Disclaimer: Blog ini adalah media independen yang menyajikan berita seputar ekonomi, finansial, bantuan sosial, dan kebijakan publik. Blog ini tidak berafiliasi dengan PPS Universitas Islam Malang. Website resmi PPS UNISMA: https://pps.unisma.ac.id/

Mengapa Kubus Kubik Menjadi Pilihan Utama untuk Investasi Properti Masa Depan?

Proyek bernama Al Mukaab atau The Cube sempat menjadi sorotan lantaran ambisinya yang luar biasa. Bayangkan sebuah bangunan berbentuk kubus raksasa dengan ukuran 400 x 400 x 400 meter. Lebar, panjang, dan tingginya setara empat kali ukuran lapangan sepak bola. Lokasinya di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, tepatnya di kawasan New Murabba yang sedang dikembangkan.

Namun, ambisi besar ini kelihatannya mulai goyah. Seperti halnya proyek Neom, The Cube juga dikabarkan mengalami penundaan. Bahkan ada isu bahwa proyek ini bisa saja tidak jadi dibangun. Padahal, rencananya gedung ini akan menjadi bagian dari Visi 2030 Saudi Arabia.

Rencana Ambisius yang Tertunda

Proyek The Cube direncanakan sebagai salah satu landmark utama di Riyadh. Selain menjadi simbol modernitas, gedung ini juga ditujukan untuk mendukung agenda besar negara, seperti penyelenggaraan World Expo 2030 dan persiapan stadion utama untuk FIFA World Cup 2034.

Sayangnya, rencana besar ini terbentur pada berbagai tantangan. Bukan karena isu keagamaan atau sensitivitas sosial, melainkan karena pertimbangan teknis dan ekonomi. Biaya pembangunan yang sangat tinggi menjadi salah satu alasan utama penundaan.

Tantangan Teknis dan Struktural

  1. Biaya Pembangunan yang Fantastis

    Seperti Neom, The Cube juga membutuhkan anggaran yang sangat besar. Angka pastinya belum diumumkan secara resmi, tetapi diperkirakan proyek ini akan menelan biaya ratusan miliar dolar AS. Dengan kondisi geopolitik global yang belum stabil, keputusan untuk menunda menjadi pilihan yang masuk akal.

  2. Desain Struktur yang Ekstrem

    Bangunan berbentuk kubus dengan dimensi 400 x 400 x 400 meter bukan perkara sederhana. Desain ini menimbulkan tantangan teknis yang belum pernah dihadapi sebelumnya. Salah satunya adalah beban struktur yang sangat besar.

    Tanah di Riyadh memang keras dan berbatu, tapi apakah mampu menahan beban seberat itu? Ini membutuhkan perhitungan mendalam, termasuk jumlah dan kedalaman tiang pancang yang dibutuhkan. Belum lagi risiko penurunan tanah atau deformasi struktur seiring waktu.

  3. Dampak Angin yang Luar Biasa

    Bentuk kubus yang besar dan padat akan menjadi tantangan tersendiri saat berhadapan dengan angin kencang. Dengan tinggi 400 meter, tekanan angin bisa sangat besar dan berpotensi merusak struktur jika tidak dirancang dengan tepat.

    Simulasi angin akan sangat penting. Mungkin saja desain akan dimodifikasi dengan menambahkan lubang atau celah sebagai jalur angin. Tapi tentu saja, hal ini akan mengganggu kesan "kubus sempurna" yang ingin dicapai.

  4. Sistem Pendingin dan Ventilasi

    Dengan volume ruang sebesar 64 juta meter kubik, sistem pendingin udara akan menjadi tantangan teknis lainnya. Tidak mungkin seluruh ruangan menggunakan AC sentral. Area tertentu mungkin harus didesain sebagai jalur udara alami.

    Ini juga berdampak pada penggunaan energi. Apalagi jika sistem pendingin harus bekerja maksimal di bawah sinar matahari Arab yang menyengat.

Baca Juga:  Duel Kamera Flagship 2026: Samsung S26 Ultra vs iPhone 17 Pro, Siapa Juara Fotografi Malam?

Perbandingan Proyek Ambisius di Kawasan Timur Tengah

Proyek Lokasi Status Tantangan Utama
The Cube Riyadh, SA Ditunda Biaya, struktur, angin
Neom/The Line Tabuk, SA Direvisi Biaya, geografis, geopolitik
Lusail City Qatar Selesai sebagian Infrastruktur, anggaran
Masdar City Abu Dhabi Dikembangkan Teknologi hijau, investasi

Tantangan Lain yang Tak Kalah Penting

  • Risiko Geopolitik

    Dunia saat ini sedang tidak stabil. Ketegangan antara Iran dan Israel, serta konflik regional lainnya, membuat investor dan pemerintah harus lebih hati-hati dalam mengalokasikan anggaran besar.

  • Prioritas Pembangunan

    Ada proyek lain yang lebih mendesak, seperti pembangunan infrastruktur untuk event internasional. World Expo 2030 dan FIFA World Cup 2034 membutuhkan fasilitas yang siap dalam waktu dekat.

  • Isu Lingkungan

    Meskipun tidak ada isu sensitif keagamaan, aktivis lingkungan dunia tetap akan memperhatikan dampak ekologis dari proyek sebesar ini. Termasuk penggunaan energi, emisi karbon, dan dampak terhadap ekosistem lokal.

Apa Selanjutnya untuk The Cube?

Penundaan proyek ini belum tentu berarti pembatalan. Bisa jadi ini adalah langkah strategis untuk merevisi desain, mengurangi biaya, atau menunggu kondisi yang lebih tepat untuk melanjutkan pembangunan.

Namun, satu hal yang jelas: proyek sebesar ini bukan hanya soal arsitektur. Ini adalah cerminan dari ambisi sebuah negara untuk menunjukkan eksistensinya di mata dunia. Dan seperti semua proyek besar lainnya, butuh waktu, ketelitian, dan pertimbangan matang.

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini bersifat terbatas dan didasarkan pada laporan media serta opini publik. Status resmi proyek The Cube bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan pemerintah Arab Saudi. Data biaya dan teknis bersifat estimasi dan belum dikonfirmasi secara resmi.

Tinggalkan komentar