Disclaimer: Blog ini adalah media independen yang menyajikan berita seputar ekonomi, finansial, bantuan sosial, dan kebijakan publik. Blog ini tidak berafiliasi dengan PPS Universitas Islam Malang. Website resmi PPS UNISMA: https://pps.unisma.ac.id/

Maarten Paes Jadi Pilihan Utama Ajax Amsterdam, Kiper Ketiga Akui Kecewa

Maarten Paes kini menjadi pilihan utama di gawang Ajax Amsterdam. Kehadirannya membuka babak baru di lini pertahanan tim berjuluk "De Godenzonen" itu, terutama setelah kiper utama Vitezslav Jaros harus absen lama akibat cedera serius. Namun, keputusan pelatih Fred Grim mempercayakan Paes sebagai starter justru memicu kekecewaan di kalangan internal tim, khususnya dari Joeri Heerkens, kiper ketiga yang merasa layak mendapat kesempatan.

Keputusan yang diambil pelatih menuai pro dan kontra. Di satu sisi, Paes tampil solid saat debutnya mel melawan NEC Nijmegen. Di sisi lain, Heerkens yang sudah lama bersiap dan menanti debutnya justru harus menerima kenyataan pahit. Kondisi ini menciptakan dinamika tersendiri di dalam skuad muda Ajax.

Keputusan Pelatih Picu Kontroversi Internal

1. Fred Grim Pilih Maarten Paes

Keputusan Fred Grim untuk menurunkan Maarten Paes sebagai starter dalam pertandingan melawan NEC Nijmegen bukan tanpa alasan. Paes baru saja direkrut Ajax dari FC Dallas pada bursa transfer Januari 2026. Ia bukan sosok asing di Eredivisie, karena sebelumnya pernah membela FC Utrecht. Pengalamannya di liga Belanda dan rekam jejak bersama Timnas Indonesia menjadi pertimbangan utama.

Baca Juga:  Doa Kamilin Sholat Tarawih 8 Rakaat di Rumah: Niat, Tata Cara & Keutamaannya

2. Joeri Heerkens Akui Kecewa

Joeri Heerkens, kiper muda berusia 19 tahun, mengungkapkan kekecewaan atas tidak turunnya dirinya dalam pertandingan tersebut. Ia merasa sudah siap dan menanti peluang sejak lama. Meski begitu, Heerkens tetap menunjukkan sikap profesional dan optimis bahwa kesempatan akan datang suatu hari nanti.

“Tentu saja Anda kecewa, karena pilihan itu tidak jadi milik Anda. Tapi bagi saya, yang penting adalah melakukan apa yang sudah saya lakukan selama beberapa bulan terakhir di Jong Ajax,” ujar Heerkens.

Debut Maarten Paes yang Menjanjikan

1. Tampil Perdana di Ajax

Debut Maarten Paes bersama Ajax berlangsung dalam laga kontra NEC Nijmegen. Pertandingan yang berakhir imbang 1-1 ini menjadi momen penting bagi Paes untuk menunjukkan kemampuannya di bawah mistar gawang Ajax. Ia tampil cukup percaya diri meski menghadapi tekanan besar sejak menit awal.

2. Tujuh Penyelamatan di Menit-Menit Kritis

Dalam pertandingan tersebut, Paes mencatatkan tujuh kali penyelamatan penting. Beberapa di antaranya terjadi di menit-menit akhir ketika NEC Nijmegen mendapat peluang emas untuk mencetak gol kemenangan. Salah satu momen paling menegangkan adalah saat ia berhasil mengamankan sundulan keras lawan di menit-menit akhir pertandingan.

3. Gol dan Kegagalan Tim

Ajax unggul lebih dulu lewat gol Mika Godts di menit ke-39. Namun, keunggulan tersebut lenyap setelah Darko Nejasmic menyamakan kedudukan di menit ke-57. Hasil imbang ini membuat ambisi Ajax untuk finis di posisi dua klasemen Eredivisie semakin berat, terutama karena mereka saat ini tertahan di posisi keempat dengan selisih gol minus.

Latar Belakang Transfer dan Cedera

1. Kedatangan Maarten Paes

Kedatangan Maarten Paes ke Ajax merupakan langkah antisipasi setelah cedera serius yang dialami oleh Vitezslav Jaros. Jaros, yang dipinjam dari Liverpool, mengalami cedera ACL saat latihan menjelang pertandingan melawan NEC. Cedera ini memaksa tim untuk mencari pengganti segera.

Baca Juga:  Cara Daftar Sidang Skripsi 2026 Online di Portal Kampus: Panduan Lengkap untuk Mahasiswa

2. Rekam Jejak Paes di Eredivisie

Sebelum hijrah ke Amerika Serikat dan membela FC Dallas, Paes pernah bermain untuk FC Utrecht. Pengalamannya di liga Belanda, ditambah dengan pengalaman internasional bersama Timnas Indonesia, membuatnya menjadi pilihan yang masuk akal bagi pelatih Ajax.

3. Cedera Jaros dan Dampaknya

Cedera ACL yang dialami oleh Jaros diprediksi akan membuatnya absen hingga akhir musim. Hal ini memberikan ruang bagi Paes untuk menunjukkan kemampuannya. Namun, tekanan besar juga datang karena performa kiper akan sangat menentukan hasil pertandingan di sisa musim.

Ambisi Ajax di Sisa Musim

1. Perburuan Tiket Liga Champions

Ajax saat ini berada di posisi keempat klasemen Eredivisie dengan 43 poin. Mereka tertinggal dari NEC Nijmegen yang berada di posisi ketiga, meski sama-sama mengumpulkan poin yang sama. Perbedaan terletak pada selisih gol yang membuat Ajax tertinggal.

2. Peran Penting Maarten Paes

Dengan absennya Jaros, Maarten Paes kini menjadi sosok kunci di lini pertahanan Ajax. Performa stabilnya di gawang akan sangat menentukan apakah Ajax bisa menembus posisi dua besar dan meraih tiket Liga Champions musim depan.

3. Evaluasi Performa Tim

Hasil imbang melawan NEC Nijmegen menjadi pelajaran berharga bagi Ajax. Mereka harus meningkatkan konsistensi, terutama dalam menjaga gawang dan mencetak gol di lini depan. Paes sendiri mengakui bahwa performa tim belum optimal dan masih banyak yang harus diperbaiki.

“Ketika Anda adalah Ajax, Anda harus selalu mengalahkan NEC di kandang. Secara pribadi pertandingan saya berjalan cukup baik. Ada beberapa kesalahan kecil, tetapi saya berusaha tetap tenang meski langsung dihadapkan pada situasi yang tidak mudah,” ujar Paes.

Tabel Perbandingan Performa Kiper Ajax Musim Ini

Kiper Jumlah Penampilan Clean Sheets Penyelamatan Rata-rata per Laga Kebobolan Rata-rata
Vitezslav Jaros 18 9 3.2 0.9
Maarten Paes 1 0 7.0 1.0
Joeri Heerkens 0 0 0.0 0.0
Baca Juga:  Bonus Ojol 2026 Cair 2x Lipat Sebelum Idulfitri, Ini Tanggal & Rinciannya!

Catatan: Data di atas hanya mencerminkan kondisi hingga pertandingan terakhir melawan NEC Nijmegen. Bisa berubah sewaktu-waktu tergantung perkembangan musim.

Penutup: Dinamika Internal dan Harapan ke Depan

Keputusan pelatih Ajax memilih Maarten Paes sebagai starter membuka hal baru dalam dinamika tim. Di satu sisi, Paes menunjukkan bahwa ia layak mendapat kepercayaan. Di sisi lain, Joeri Heerkens dan pemain muda lainnya tetap punya ruang untuk berkembang dan menunjukkan potensi.

Ajax kini berada di persimpangan jalan. Dengan sisa musim yang tidak panjang, setiap pertandingan menjadi penentu. Peran Paes sebagai kiper utama akan terus diuji, terutama dalam menjaga konsistensi performa dan membantu tim meraih target besar di akhir musim.

Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terkini hingga Februari 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung perkembangan musim dan kebijakan tim.

Tinggalkan komentar