Disclaimer: Blog ini adalah media independen yang menyajikan berita seputar ekonomi, finansial, bantuan sosial, dan kebijakan publik. Blog ini tidak berafiliasi dengan PPS Universitas Islam Malang. Website resmi PPS UNISMA: https://pps.unisma.ac.id/

KUR Adalah: Pengertian, Jenis, Syarat, dan Cara Pengajuan 2025

Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang KUR, mulai dari pengertian, jenis, syarat, hingga cara pengajuannya di tahun 2025.

Modal usaha sering menjadi kendala utama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

Banyak pengusaha kecil yang memiliki ide bisnis cemerlang namun terhambat karena keterbatasan dana.

Pinjaman ke bank konvensional seringkali sulit diakses karena persyaratan yang ketat, bunga tinggi, dan keharusan menyertakan agunan bernilai besar.

Untuk menjawab permasalahan ini, pemerintah Indonesia meluncurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Program ini dirancang khusus untuk membantu pelaku UMKM mendapatkan akses pembiayaan dengan suku bunga rendah dan persyaratan yang lebih mudah.

Pengertian KUR (Kredit Usaha Rakyat)

KUR adalah program kredit atau pembiayaan modal kerja dan investasi yang diberikan kepada pelaku usaha produktif, baik perorangan maupun kelompok usaha, yang memiliki usaha mikro, kecil, dan menengah.

Definisi Resmi

Berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, KUR didefinisikan sebagai kredit/pembiayaan yang diberikan oleh perbankan dan lembaga keuangan kepada UMKM yang feasible (layak usaha) namun belum bankable (belum memenuhi persyaratan perbankan).

Artinya, KUR ditujukan untuk pelaku usaha yang sebenarnya memiliki kemampuan membayar cicilan, namun belum memiliki rekam jejak kredit atau agunan yang cukup untuk mengakses pinjaman bank konvensional.

Dasar Hukum KUR

Program KUR memiliki landasan hukum yang kuat:

  • Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2015 tentang Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM (sebagaimana telah diubah beberapa kali)
  • Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tentang Pedoman Pelaksanaan KUR
  • Regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait penyaluran kredit

Mengapa Bunga KUR Rendah?

Suku bunga KUR bisa lebih rendah dibandingkan kredit komersial karena adanya subsidi bunga dari pemerintah.

Pemerintah menanggung selisih antara suku bunga pasar dengan suku bunga KUR yang ditetapkan. Selain itu, sebagian risiko kredit macet juga dijamin oleh Perusahaan Penjamin yang ditunjuk pemerintah.

Tujuan dan Manfaat KUR

Program KUR memiliki tujuan strategis dalam mendorong perekonomian nasional.

Tujuan Program KUR

1. Meningkatkan Akses Pembiayaan UMKM

Membuka peluang bagi pelaku usaha kecil yang selama ini kesulitan mendapatkan pinjaman dari bank.

2. Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

UMKM menyumbang lebih dari 60% PDB nasional. Dengan dukungan modal, produktivitas UMKM diharapkan meningkat.

3. Menciptakan Lapangan Kerja

Ketika usaha kecil berkembang, mereka akan membutuhkan tenaga kerja tambahan.

4. Mengentaskan Kemiskinan

Memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memiliki usaha dan penghasilan mandiri.

Manfaat KUR bagi Pelaku Usaha

1. Suku Bunga Rendah

Bunga KUR tahun 2025 hanya 6% per tahun (flat), jauh lebih rendah dibandingkan kredit tanpa agunan (KTA) yang bisa mencapai 20-30% per tahun.

2. Persyaratan Mudah

Tidak memerlukan agunan untuk plafon tertentu dan dokumen yang diminta relatif sederhana.

3. Tenor Fleksibel

Jangka waktu pinjaman bisa disesuaikan dengan kebutuhan usaha, mulai dari 3 bulan hingga 5 tahun.

4. Proses Cepat

Pengajuan KUR, terutama untuk plafon kecil, bisa diproses dalam hitungan hari.

5. Meningkatkan Rekam Jejak Kredit

Membayar cicilan KUR dengan lancar akan membangun credit score yang baik di SLIK OJK (Sistem Layanan Informasi Keuangan).

Jenis-Jenis KUR (Mikro, Kecil, Super Mikro)

KUR terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan plafon pinjaman dan skala usaha.

1. KUR Super Mikro

KUR Super Mikro adalah jenis KUR dengan plafon paling kecil, ditujukan untuk usaha berskala sangat kecil.

Karakteristik:

  • Plafon: Maksimal Rp10.000.000
  • Suku Bunga: 6% per tahun (flat)
  • Tenor: Maksimal 3 tahun (modal kerja) atau 5 tahun (investasi)
  • Agunan: Tidak diperlukan
  • Sasaran: Pedagang kaki lima, warung kecil, usaha rumahan

2. KUR Mikro

KUR Mikro adalah jenis yang paling populer di kalangan UMKM.

Karakteristik:

  • Plafon: Di atas Rp10.000.000 hingga Rp100.000.000
  • Suku Bunga: 6% per tahun (flat)
  • Tenor: Maksimal 3 tahun (modal kerja) atau 5 tahun (investasi)
  • Agunan: Tidak diperlukan untuk plafon tertentu
  • Sasaran: Toko kelontong, UMKM kuliner, bengkel kecil

3. KUR Kecil

KUR Kecil ditujukan untuk usaha dengan skala lebih besar.

Karakteristik:

  • Plafon: Di atas Rp100.000.000 hingga Rp500.000.000
  • Suku Bunga: 6% per tahun (flat)
  • Tenor: Maksimal 4 tahun (modal kerja) atau 5 tahun (investasi)
  • Agunan: Diperlukan sesuai ketentuan bank
  • Sasaran: UMKM yang sudah berkembang, usaha manufaktur kecil

Tabel Perbandingan Jenis KUR 2025

Aspek KUR Super Mikro KUR Mikro KUR Kecil
Plafon Maksimal Rp10 juta Rp100 juta Rp500 juta
Suku Bunga 6% per tahun 6% per tahun 6% per tahun
Tenor Maksimal 3-5 tahun 3-5 tahun 4-5 tahun
Agunan Tidak perlu Tidak perlu Diperlukan

Jenis KUR Berdasarkan Sektor

Selain berdasarkan plafon, KUR juga dibedakan berdasarkan sektor usaha:

  • KUR Pertanian: Untuk petani, peternak, dan nelayan
  • KUR TKI (Tenaga Kerja Indonesia): Untuk pembiayaan penempatan TKI ke luar negeri
  • KUR Khusus: Untuk sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan sektor prioritas lainnya

Syarat Pengajuan KUR

Persyaratan KUR relatif lebih mudah dibandingkan kredit komersial. Namun, ada beberapa dokumen dan kriteria yang harus dipenuhi.

Syarat Umum Calon Debitur

1. Warga Negara Indonesia (WNI)

Dibuktikan dengan KTP yang masih berlaku.

2. Memiliki Usaha Produktif

Usaha harus sudah berjalan minimal 6 bulan hingga 1 tahun (tergantung kebijakan bank).

3. Tidak Sedang Menerima Kredit dari Perbankan

Kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, atau kartu kredit.

4. Belum Pernah Menerima KUR

Atau sudah lunas jika pernah menerima KUR sebelumnya dan ingin mengajukan lagi.

5. Tidak Masuk Daftar Hitam BI Checking

Tidak memiliki catatan kredit macet di SLIK OJK.

Dokumen yang Harus Disiapkan

Untuk Usaha Perorangan:

  • Fotokopi KTP pemohon dan pasangan (jika sudah menikah)
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  • Fotokopi Surat Nikah (jika sudah menikah)
  • Surat Izin Usaha atau Surat Keterangan Usaha dari kelurahan/desa
  • NIB (Nomor Induk Berusaha) dari OSS untuk plafon tertentu
  • Foto lokasi usaha dan kegiatan usaha
  • NPWP (untuk plafon di atas Rp50 juta)

Untuk Kelompok Usaha/Koperasi:

  • Dokumen legalitas kelompok (akta pendirian, SK Kemenkumham)
  • Susunan pengurus
  • Laporan keuangan sederhana

Kriteria Usaha yang Bisa Mengajukan KUR

Usaha yang memenuhi syarat:

  • Usaha produktif (perdagangan, jasa, produksi, pertanian)
  • Memiliki tempat usaha tetap atau dapat diverifikasi
  • Memiliki omzet maksimal Rp500 juta per tahun (untuk kategori usaha mikro dan kecil)

Usaha yang tidak bisa mengajukan:

  • Usaha yang melanggar hukum
  • Multi Level Marketing (MLM)
  • Usaha spekulatif

Bank Penyalur KUR

Pemerintah menunjuk beberapa bank dan lembaga keuangan sebagai penyalur resmi KUR.

Bank Penyalur KUR 2025

Bank BUMN:

  • Bank BRI (penyalur terbesar)
  • Bank BNI
  • Bank Mandiri
  • Bank BTN

Bank Syariah:

  • BSI (Bank Syariah Indonesia)

Bank Pembangunan Daerah (BPD):

  • Bank Jatim, Bank Jateng, Bank BJB, dan BPD lainnya di seluruh Indonesia

Lembaga Keuangan Lain:

  • Beberapa BPR (Bank Perkreditan Rakyat) yang ditunjuk
  • Lembaga Keuangan Bukan Bank tertentu

Tips Memilih Bank Penyalur

1. Lokasi Terdekat

Pilih bank yang cabangnya dekat dengan lokasi usaha Anda untuk memudahkan proses survei dan pembayaran cicilan.

2. Kemudahan Proses

Beberapa bank memiliki proses yang lebih cepat dan persyaratan yang lebih fleksibel.

3. Layanan Digital

Bank seperti BRI memiliki aplikasi BRImo yang memudahkan pengajuan dan pemantauan KUR secara online.

4. Reputasi Pelayanan

Tanyakan pengalaman pelaku UMKM lain yang sudah pernah mengajukan KUR di bank tersebut.

Cara Pengajuan KUR

Ada dua cara mengajukan KUR: secara offline (datang langsung ke bank) dan online (melalui aplikasi atau website).

Cara Pengajuan KUR Offline

Langkah 1: Siapkan Dokumen

Kumpulkan semua dokumen persyaratan yang telah disebutkan di atas. Pastikan fotokopi jelas dan masih berlaku.

Langkah 2: Kunjungi Kantor Bank

Datang ke kantor cabang bank penyalur KUR terdekat. Sebaiknya datang pagi hari untuk menghindari antrean panjang.

Langkah 3: Ambil dan Isi Formulir

Minta formulir pengajuan KUR kepada petugas. Isi dengan lengkap dan jujur, terutama bagian informasi usaha dan penghasilan.

Langkah 4: Serahkan Dokumen

Serahkan formulir beserta dokumen pendukung kepada petugas bank.

Langkah 5: Proses Verifikasi dan Survei

Bank akan memverifikasi data dan melakukan survei ke lokasi usaha Anda. Pastikan usaha Anda dalam kondisi aktif saat survei dilakukan.

Langkah 6: Pencairan Dana

Jika disetujui, dana akan dicairkan ke rekening Anda dalam waktu beberapa hari hingga 2 minggu.

Cara Pengajuan KUR Online (Contoh: KUR BRI)

Langkah 1: Unduh aplikasi BRImo di Play Store atau App Store

Langkah 2: Login atau daftar akun jika belum memiliki

Langkah 3: Pilih menu Pinjaman lalu pilih Pengajuan KUR

Langkah 4: Isi data diri dan informasi usaha sesuai formulir yang tersedia

Langkah 5: Unggah foto dokumen yang diminta (KTP, KK, foto usaha)

Langkah 6: Tunggu proses verifikasi dan survei

Langkah 7: Jika disetujui, Anda akan dihubungi untuk penandatanganan akad kredit

Tips Agar Pengajuan KUR Disetujui

1. Pastikan Data Akurat

Jangan memberikan informasi palsu. Bank akan melakukan verifikasi dan survei lapangan.

2. Tunjukkan Usaha Aktif

Saat survei, pastikan usaha Anda terlihat aktif dan berjalan dengan baik.

3. Siapkan Catatan Keuangan Sederhana

Meskipun tidak wajib, memiliki catatan pemasukan dan pengeluaran usaha akan menjadi nilai plus.

4. Jangan Memiliki Tunggakan Kredit

Pastikan tidak memiliki kredit macet di bank manapun.

5. Ajukan Plafon Sesuai Kebutuhan

Jangan mengajukan plafon terlalu besar dari kebutuhan riil usaha Anda.

Plafon dan Suku Bunga KUR 2025

Berikut adalah rincian plafon dan suku bunga KUR yang berlaku di tahun 2025.

Suku Bunga KUR 2025

Suku bunga KUR tahun 2025 adalah 6% per tahun (flat).

Artinya, bunga dihitung dari pokok pinjaman awal, bukan dari sisa pokok. Ini membuat cicilan bulanan menjadi tetap dan mudah dihitung.

Simulasi Cicilan KUR

Contoh: Pinjaman KUR Mikro Rp50.000.000, tenor 3 tahun (36 bulan)

  • Pokok per bulan: Rp50.000.000 / 36 = Rp1.388.889
  • Bunga per bulan: (Rp50.000.000 x 6%) / 12 = Rp250.000
  • Total cicilan per bulan: Rp1.638.889

Biaya Lain-Lain

Selain bunga, ada beberapa biaya yang mungkin dikenakan:

  • Biaya administrasi: Bervariasi tergantung bank (beberapa bank membebaskan)
  • Biaya provisi: Biasanya 0% untuk KUR
  • Biaya asuransi jiwa: Wajib untuk melindungi debitur

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar KUR

1. Apakah KUR benar-benar tanpa jaminan?

Untuk KUR Super Mikro (maksimal Rp10 juta) dan KUR Mikro (maksimal Rp100 juta), umumnya tidak memerlukan agunan tambahan.

Namun, untuk KUR Kecil (Rp100 juta – Rp500 juta), bank biasanya meminta agunan seperti sertifikat tanah atau BPKB kendaraan.

2. Berapa lama proses pengajuan KUR hingga cair?

Untuk KUR Super Mikro dan Mikro, proses bisa selesai dalam 3-7 hari kerja jika dokumen lengkap dan verifikasi lancar.

Untuk KUR Kecil, prosesnya bisa memakan waktu 1-2 minggu karena ada proses penilaian agunan.

3. Apakah karyawan atau pegawai bisa mengajukan KUR?

Tidak bisa. KUR hanya diperuntukkan bagi pelaku usaha produktif (UMKM), bukan untuk karyawan atau pegawai.

Jika Anda karyawan dan membutuhkan pinjaman, bisa mengajukan Kredit Tanpa Agunan (KTA) atau Kredit Multiguna.

4. Apakah bisa mengajukan KUR lagi setelah lunas?

Bisa. Debitur yang telah melunasi KUR sebelumnya dapat mengajukan KUR kembali.

Bahkan, jika track record pembayaran baik, plafon yang disetujui bisa lebih besar dari sebelumnya.

5. Bagaimana jika pengajuan KUR ditolak?

Jika ditolak, tanyakan alasannya kepada bank. Alasan umum penolakan:

  • Usaha belum berjalan cukup lama
  • Memiliki catatan kredit macet di SLIK OJK
  • Dokumen tidak lengkap
  • Hasil survei usaha tidak meyakinkan

Perbaiki kekurangan tersebut dan ajukan kembali setelah 3-6 bulan.

6. Di mana saya bisa mengecek apakah terdaftar sebagai penerima KUR?

Anda bisa mengecek melalui SIKP (Sistem Informasi Kredit Program) di website sikp.kemenkeu.go.id menggunakan NIK KTP.

Penutup

KUR adalah program pembiayaan dari pemerintah yang sangat membantu pelaku UMKM dalam mendapatkan modal usaha dengan suku bunga rendah dan persyaratan mudah.

Poin penting yang perlu diingat:

  • KUR Super Mikro: Plafon maksimal Rp10 juta, tanpa agunan
  • KUR Mikro: Plafon maksimal Rp100 juta, tanpa agunan
  • KUR Kecil: Plafon maksimal Rp500 juta, dengan agunan
  • Suku bunga 2025: 6% per tahun (flat)
  • Bank penyalur: BRI, BNI, Mandiri, BTN, BSI, dan BPD
  • Syarat utama: WNI, memiliki usaha produktif minimal 6 bulan, tidak punya kredit macet
  • Pengajuan bisa dilakukan offline (datang ke bank) atau online (aplikasi/website)

Jika Anda pelaku UMKM yang membutuhkan modal untuk mengembangkan usaha, KUR adalah solusi yang patut dipertimbangkan.

Pastikan untuk memilih jenis KUR yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan bayar Anda.

Jangan lupa untuk selalu membayar cicilan tepat waktu agar rekam jejak kredit Anda tetap baik!