Disclaimer: Blog ini adalah media independen yang menyajikan berita seputar ekonomi, finansial, bantuan sosial, dan kebijakan publik. Blog ini tidak berafiliasi dengan PPS Universitas Islam Malang. Website resmi PPS UNISMA: https://pps.unisma.ac.id/

Kapan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah? Tanggal, Sejarah, dan Amalan Muharram

Pertanyaan tentang kapan Tahun Baru Islam jatuh selalu muncul menjelang pergantian tahun Hijriah. Mengetahui tanggal 1 Muharram menjadi penting bagi umat Muslim untuk mempersiapkan ibadah dan amalan khusus di bulan pertama kalender Islam ini.

Di tahun 2026 Masehi, umat Islam akan menyambut Tahun Baru Hijriah 1448 H yang menandai pergantian tahun dalam penanggalan Islam. Bulan Muharram sebagai bulan pertama memiliki keistimewaan dan keutamaan tersendiri dalam ajaran Islam.

Nah, artikel ini akan membahas lengkap kapan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah jatuh, mulai dari tanggal tepatnya, sejarah kalender Hijriah, hingga amalan yang dianjurkan di bulan Muharram.

Tentang Kalender Hijriah

Kalender Hijriah adalah sistem penanggalan yang digunakan umat Islam di seluruh dunia.

Pengertian Kalender Hijriah

Kalender Hijriah atau kalender Islam merupakan sistem penanggalan yang berbasis pada siklus bulan (lunar calendar). Kalender ini dimulai dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah pada tahun 622 Masehi yang ditetapkan sebagai tahun pertama Hijriah.

Penetapan kalender Hijriah dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab.

Karakteristik Kalender Hijriah

Ciri khas penanggalan Islam:

  • Berbasis pada siklus bulan (lunar calendar)
  • Satu tahun terdiri dari 12 bulan
  • Total hari dalam setahun sekitar 354 hingga 355 hari
  • Lebih pendek 10 hingga 11 hari dari kalender Masehi
  • Awal bulan ditentukan berdasarkan penampakan hilal (bulan sabit)

Nama-nama Bulan dalam Kalender Hijriah

Urutan 12 bulan:

  • Muharram: Bulan pertama, termasuk bulan haram
  • Safar: Bulan kedua
  • Rabiul Awal: Bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW
  • Rabiul Akhir: Bulan keempat
  • Jumadil Awal: Bulan kelima
  • Jumadil Akhir: Bulan keenam
  • Rajab: Bulan ketujuh, termasuk bulan haram
  • Syakban: Bulan kedelapan
  • Ramadan: Bulan puasa wajib
  • Syawal: Bulan Idul Fitri
  • Dzulqaidah: Bulan kesebelas, termasuk bulan haram
  • Dzulhijjah: Bulan haji dan Idul Adha, termasuk bulan haram

Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi

Perbandingan sistem:

  • Hijriah: Berbasis bulan, 354 hingga 355 hari per tahun
  • Masehi: Berbasis matahari, 365 hingga 366 hari per tahun
  • Selisih sekitar 10 hingga 11 hari setiap tahun
  • Hari besar Islam bergeser mundur setiap tahun dalam kalender Masehi
Baca Juga:  Daftar UMK Sumatera Utara 2026: Medan, Deli Serdang, hingga Labuhanbatu

Tanggal Tahun Baru Islam 2026

Berikut informasi tanggal 1 Muharram 1448 Hijriah dalam kalender Masehi.

Tanggal 1 Muharram 1448 H

Waktu jatuhnya:

  • Tanggal: Diperkirakan 26 atau 27 Juni 2026
  • Hari: Jumat atau Sabtu
  • Status: Hari libur nasional di Indonesia
  • Tanggal pasti bergantung pada hasil rukyatul hilal atau hisab

Metode Penentuan Awal Bulan

Cara menetapkan tanggal:

  • Rukyatul Hilal: Pengamatan langsung penampakan bulan sabit
  • Hisab: Perhitungan astronomis posisi bulan
  • Indonesia menggunakan keputusan Sidang Isbat Kementerian Agama
  • Bisa terjadi perbedaan 1 hari antar negara atau organisasi

Libur Nasional Tahun Baru Islam

Status di Indonesia:

  • 1 Muharram ditetapkan sebagai hari libur nasional
  • Berlaku untuk seluruh pekerja dan pelajar
  • Tanggal resmi mengikuti keputusan pemerintah
  • Bisa ada cuti bersama jika berdekatan dengan akhir pekan

Tabel Perkiraan Tahun Baru Islam Beberapa Tahun

Tahun Hijriah Tanggal Masehi Hari Keterangan
1447 H 7 Juli 2025 Senin Sudah berlalu
1448 H 26/27 Juni 2026 Jumat/Sabtu Akan datang
1449 H 16 Juni 2027 Rabu Estimasi
1450 H 5 Juni 2028 Senin Estimasi

Disclaimer: Tanggal di atas adalah perkiraan berdasarkan perhitungan astronomis. Tanggal resmi mengikuti keputusan Sidang Isbat Kementerian Agama RI atau otoritas keagamaan masing-masing negara.

Sejarah Muharram

Latar belakang dan sejarah bulan Muharram dalam Islam.

Asal Usul Nama Muharram

Makna penamaan:

Muharram berasal dari kata “haram” yang berarti dilarang atau dimuliakan. Bulan ini disebut Muharram karena termasuk salah satu dari empat bulan haram (Asyhurul Hurum) di mana peperangan dilarang sejak zaman jahiliah.

Keistimewaan bulan ini sudah ada sebelum Islam dan kemudian ditetapkan kembali dalam ajaran Islam.

Penetapan Kalender Hijriah

Sejarah penetapan:

  • Ditetapkan pada masa Khalifah Umar bin Khattab sekitar tahun 17 H
  • Usulan dari sahabat Ali bin Abi Thalib
  • Dimulai dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW
  • Hijrah dipilih karena menjadi titik balik perkembangan Islam
  • Muharram dipilih sebagai bulan pertama karena keutamaannya

Peristiwa Hijrah Nabi

Tonggak sejarah Islam:

  • Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekah ke Madinah pada tahun 622 M
  • Hijrah dilakukan karena tekanan kaum Quraisy yang semakin keras
  • Perjalanan bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq
  • Singgah di Gua Tsur selama tiga hari tiga malam
  • Hijrah menandai berdirinya negara Islam pertama di Madinah

Keutamaan Bulan Muharram

Keistimewaan dalam Islam:

  • Termasuk empat bulan haram yang dimuliakan Allah
  • Bulan yang disebut sebagai “Syahrullah” (bulan milik Allah)
  • Terdapat hari Asyura (10 Muharram) yang memiliki keutamaan khusus
  • Dianjurkan memperbanyak puasa sunnah di bulan ini

Amalan Bulan Muharram

Ibadah dan amalan yang dianjurkan di bulan Muharram.

Puasa Sunnah Muharram

Anjuran berpuasa:

  • Puasa di bulan Muharram termasuk puasa sunnah yang utama
  • Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa terbaik setelah Ramadan adalah puasa Muharram
  • Dianjurkan memperbanyak puasa sunnah sepanjang bulan ini
  • Tidak diwajibkan puasa sebulan penuh, sesuai kemampuan

Puasa Asyura (10 Muharram)

Keutamaan khusus:

  • Hari Asyura jatuh pada tanggal 10 Muharram
  • Puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu
  • Dianjurkan menambah puasa tanggal 9 Muharram (Tasua)
  • Nabi SAW menganjurkan puasa 9 dan 10 Muharram untuk membedakan dengan Yahudi
Baca Juga:  Cara Buka Tabungan Haji 2026: Persiapan Dana Ibadah ke Tanah Suci

Memperbanyak Sedekah

Anjuran berinfak:

  • Bulan yang baik untuk memperbanyak sedekah
  • Membantu sesama yang membutuhkan
  • Berbagi kebahagiaan di awal tahun baru Islam
  • Menyambung silaturahmi dengan keluarga dan tetangga

Memperbanyak Istighfar dan Dzikir

Ibadah hati dan lisan:

  • Muhasabah diri atas perbuatan tahun yang lalu
  • Memperbanyak istighfar dan taubat
  • Berdzikir dan mengingat Allah
  • Membaca Al-Quran lebih banyak dari biasanya

Berdoa di Awal dan Akhir Tahun

Waktu mustajab:

  • Membaca doa akhir tahun di penghujung bulan Dzulhijjah
  • Membaca doa awal tahun di awal bulan Muharram
  • Memohon kebaikan untuk tahun yang akan dijalani
  • Berlindung dari keburukan dan musibah

Peristiwa Penting di Muharram

Kejadian bersejarah yang terjadi di bulan Muharram.

Peristiwa Nabi Musa dan Firaun

Kisah dalam Al-Quran:

  • Nabi Musa AS dan Bani Israel diselamatkan dari kejaran Firaun
  • Laut Merah terbelah atas izin Allah
  • Firaun dan pasukannya tenggelam di laut
  • Peristiwa ini terjadi pada tanggal 10 Muharram
  • Menjadi salah satu alasan keutamaan puasa Asyura

Tragedi Karbala

Peristiwa menyedihkan:

  • Syahidnya Husain bin Ali (cucu Nabi SAW) di Karbala
  • Terjadi pada tanggal 10 Muharram 61 H
  • Peristiwa yang menyedihkan bagi seluruh umat Islam
  • Menjadi momentum refleksi tentang keadilan dan kebenaran

Peristiwa Penting Lainnya

Catatan sejarah:

  • Nabi Nuh AS dan pengikutnya selamat dari banjir besar
  • Nabi Ibrahim AS diselamatkan dari api
  • Berbagai peristiwa penting dalam sejarah kenabian
  • Menunjukkan keistimewaan bulan Muharram sejak zaman dahulu

Peringatan di Indonesia

Tradisi dan cara umat Islam Indonesia menyambut Tahun Baru Islam.

Peringatan Resmi Pemerintah

Kegiatan formal:

  • Upacara bendera memperingati Tahun Baru Islam
  • Pidato kenegaraan tentang makna hijrah
  • Kegiatan di instansi pemerintah dan sekolah
  • Doa bersama untuk keselamatan bangsa

Tradisi di Masyarakat

Kegiatan umat Islam:

  • Pengajian akbar dan ceramah keagamaan di masjid
  • Tadarusan dan dzikir bersama
  • Doa bersama menyambut tahun baru
  • Silaturahmi antar keluarga dan tetangga

Tradisi Lokal yang Unik

Kekhasan daerah:

  • Jawa: Tradisi Satu Suro dengan berbagai ritual adat
  • Aceh: Peringatan dengan nuansa Islami yang kental
  • Minangkabau: Tabuik di Pariaman yang mengarak replika makam Husain
  • Betawi: Pengajian dan makan bersama di mushala dan masjid

Kirab dan Pawai

Kegiatan komunal:

  • Pawai obor menyambut Tahun Baru Islam
  • Kirab budaya dengan nuansa Islami
  • Festival seni dan budaya Islam
  • Lomba-lomba bernuansa keagamaan

Doa Tahun Baru Islam

Bacaan doa yang dianjurkan di awal tahun Hijriah.

Doa Akhir Tahun

Dibaca di penghujung Dzulhijjah:

اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِيْ هٰذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِيْ عَنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلُمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلٰى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جُرْأَتِيْ عَلٰى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّيْ أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْلِيْ

Artinya: “Ya Allah, apa saja yang telah aku kerjakan pada tahun ini dari apa yang Engkau larang dan tidak Engkau ridhai, sedangkan Engkau tidak melupakannya dan Engkau menundanya setelah kemampuan-Mu untuk menyiksaku dan Engkau menyeruku untuk bertaubat setelah keberanianku bermaksiat kepada-Mu. Maka sesungguhnya aku memohon ampun kepada-Mu, maka ampunilah aku.”

Baca Juga:  CPNS 2026 Kemenag: Formasi Favorit & Kuota Ribuan Siap Diluncurkan!

Doa Awal Tahun

Dibaca di awal Muharram:

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ الْأَوَّلُ وَعَلٰى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَجُوْدِكَ الْمُعَوَّلُ وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ وَالْعَوْنَ عَلٰى هٰذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ وَالْاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Kekal, Maha Dahulu, Maha Awal. Atas keutamaan-Mu yang agung dan kemurahan-Mu tempat bersandar. Ini adalah tahun baru yang telah tiba. Aku memohon kepada-Mu perlindungan dari setan dan para pengikutnya, pertolongan untuk mengalahkan nafsu yang selalu mengajak kepada keburukan, dan kesibukan dengan hal-hal yang mendekatkanku kepada-Mu, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.”

Waktu Membaca Doa

Panduan waktu:

  • Doa akhir tahun dibaca setelah Ashar di akhir bulan Dzulhijjah
  • Doa awal tahun dibaca setelah Maghrib tanggal 1 Muharram
  • Bisa dibaca berulang-ulang sepanjang hari
  • Dianjurkan membaca dengan khusyuk dan penuh penghayatan

Ucapan Tahun Baru Islam

Contoh ucapan:

  • “Selamat Tahun Baru Islam 1448 H”
  • “Semoga hijrah kita semakin baik di tahun baru ini”
  • “Kullu ‘Aam wa Antum Bikhair”
  • “Mohon maaf lahir dan batin, selamat tahun baru Hijriah”

Makna Hijrah di Era Modern

Refleksi nilai hijrah untuk kehidupan sehari-hari.

Hijrah Spiritual

Perubahan hati:

  • Hijrah dari maksiat menuju ketaatan
  • Meningkatkan kualitas ibadah
  • Memperbaiki akhlak dan perilaku
  • Mendekatkan diri kepada Allah SWT

Hijrah Sosial

Perubahan dalam bermasyarakat:

  • Memperbaiki hubungan dengan sesama
  • Lebih peduli terhadap lingkungan sekitar
  • Aktif dalam kegiatan sosial keagamaan
  • Menjadi manusia yang lebih bermanfaat

Hijrah Intelektual

Perubahan dalam berpikir:

  • Terus belajar dan menambah ilmu
  • Berpikir kritis dan bijaksana
  • Mengembangkan potensi diri
  • Berkontribusi positif untuk kemajuan umat

FAQ

Kapan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah jatuh?

Tahun Baru Islam 1448 Hijriah diperkirakan jatuh pada tanggal 26 atau 27 Juni 2026. Tanggal pasti akan ditentukan berdasarkan hasil Sidang Isbat Kementerian Agama RI yang mempertimbangkan penampakan hilal atau perhitungan hisab.

Apakah 1 Muharram termasuk hari libur nasional?

Ya, 1 Muharram atau Tahun Baru Islam ditetapkan sebagai hari libur nasional di Indonesia. Seluruh pekerja dan pelajar mendapat libur untuk memperingati pergantian tahun Hijriah.

Apa amalan yang dianjurkan di bulan Muharram?

Amalan yang dianjurkan di bulan Muharram antara lain puasa sunnah (terutama puasa Asyura tanggal 9 dan 10 Muharram), memperbanyak sedekah, istighfar, dzikir, dan membaca doa awal tahun. Puasa di bulan Muharram termasuk puasa sunnah terbaik setelah Ramadan.

Mengapa bulan Muharram disebut bulan haram?

Muharram disebut bulan haram karena termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah (Asyhurul Hurum) bersama Rajab, Dzulqaidah, dan Dzulhijjah. Di bulan-bulan ini, peperangan dilarang sejak zaman jahiliah dan keutamaannya ditetapkan kembali dalam Islam.

Apa keutamaan puasa Asyura (10 Muharram)?

Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram memiliki keutamaan dapat menghapus dosa setahun yang lalu berdasarkan hadits Rasulullah SAW. Dianjurkan juga berpuasa pada tanggal 9 Muharram (Tasua) untuk membedakan dengan puasa kaum Yahudi.

Bagaimana sejarah penetapan kalender Hijriah?

Kalender Hijriah ditetapkan pada masa Khalifah Umar bin Khattab sekitar tahun 17 H atas usulan sahabat Ali bin Abi Thalib. Tahun pertama dimulai dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah pada tahun 622 M.

Apa perbedaan kalender Hijriah dan Masehi?

Kalender Hijriah berbasis siklus bulan (lunar) dengan 354 hingga 355 hari per tahun, sedangkan kalender Masehi berbasis matahari (solar) dengan 365 hingga 366 hari per tahun. Selisih keduanya sekitar 10 hingga 11 hari sehingga tanggal hari besar Islam bergeser setiap tahun dalam kalender Masehi.

Bagaimana cara menentukan awal bulan Muharram?

Di Indonesia, awal bulan Muharram ditentukan melalui Sidang Isbat Kementerian Agama yang mempertimbangkan hasil rukyatul hilal (pengamatan bulan sabit) dan hisab (perhitungan astronomis). Keputusan Sidang Isbat menjadi acuan resmi penetapan awal bulan Hijriah.

Penutup

Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada 26 atau 27 Juni 2026 menjadi momentum berharga bagi umat Muslim untuk muhasabah dan memperbaiki diri. Bulan Muharram sebagai bulan pertama kalender Hijriah memiliki banyak keutamaan yang sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Jadikan pergantian tahun Hijriah sebagai titik awal hijrah menuju kebaikan dalam segala aspek kehidupan. Perbanyak amalan sunnah, terutama puasa Asyura, dan berdoa agar tahun baru membawa keberkahan. Selamat Tahun Baru Islam 1448 H, semoga kita semua menjadi hamba yang lebih baik dari tahun sebelumnya!