Disclaimer: Blog ini adalah media independen yang menyajikan berita seputar ekonomi, finansial, bantuan sosial, dan kebijakan publik. Blog ini tidak berafiliasi dengan PPS Universitas Islam Malang. Website resmi PPS UNISMA: https://pps.unisma.ac.id/

Jadwal Buka Puasa Banda Aceh & Sekitar, Minggu 22 Februari 2026

Puasa Ramadan selalu identik dengan beragam kegiatan ibadah tambahan yang memperkaya spiritual umat Muslim. Salah satunya adalah salat Tarawih yang rutin dilakukan setiap malam selama bulan suci ini. Di Banda Aceh dan sekitarnya, tradisi ini sangat kental terasa, mengingat kawasan ini dikenal sebagai serambi Mekah.

Salat Tarawih bukan sekadar ibadah fisik semata. Dalam kitab Durrotun Nasihin, salah satu kitab klasik yang sering digunakan sebagai rujukan di Aceh, salat Tarawih digambarkan sebagai pintu masuk menuai rahmat Allah SWT. Malam-malam Ramadan menjadi waktu istimewa, saat doa lebih mudah dikabulkan dan amal lebih berlimpah.

Makna Mendalam Salat Tarawih di Bulan Ramadan

Salat Tarawih merupakan bagian dari ibadah sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW. Namun, di bulan Ramadan, salat ini menjadi lebih istimewa karena dilakukan secara berjamaah di masjid-masjid. Di Banda Aceh, banyak masjid dan langgar yang menggelar Tarawih dengan jumlah rakaat yang bervariasi, mulai dari delapan hingga dua puluh rakaat.

Dalam kitab Durrotun Nasihin, disebutkan bahwa salat Tarawih adalah bentuk ketaatan yang memperkuat hubungan antara hamba dan Sang Pencipta. Ibadah ini juga menjadi sarana untuk menahan diri dari godaan duniawi, sekaligus mempersiapkan diri menyambut keberkahan malam Lailatul Qadar.

Baca Juga:  Jadwal Imsakiyah Medan 23 Februari 2026 & Doa Niat Puasa Ramadan

1. Asal Usul Salat Tarawih

Salat Tarawih pertama kali dikenalkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Beliau melakukannya bersama para sahabat selama beberapa malam di Ramadan. Namun, karena takut dianggap wajib, beliau kemudian menghentikannya dan melanjutkan secara perorangan.

Setelah wafatnya Nabi, Khalifah Umar bin Khattab menghidupkan kembali salat Tarawih secara berjamaah. Inisiatif ini mendapat dukungan karena dianggap sebagai amalan sunnah yang terlupakan.

2. Keutamaan Salat Tarawih Menurut Durrotun Nasihin

Durrotun Nasihin menjelaskan bahwa salat Tarawih memiliki keutamaan besar, terutama jika dilakukan dengan khusyuk dan penuh penghayatan. Malam Ramadan adalah waktu yang penuh ampunan, dan salat Tarawih menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Salah satu penekanan dalam kitab ini adalah bahwa salat Tarawih tidak hanya soal gerakan raga, tetapi juga gerakan jiwa. Setiap rakaat sebaiknya diisi dengan konsentrasi penuh, membaca Al-Qur’an dengan tartil, dan merenungkan maknanya.

3. Waktu Pelaksanaan Salat Tarawih

Salat Tarawih dilakukan setelah salat Isya hingga menjelang subuh. Di Banda Aceh, waktu pelaksanaannya biasanya dimulai sekitar pukulan 19.30 WIB, tergantung pada jadwal salat setempat. Namun, sebagian masjid juga menyelenggarakannya lebih awal agar jamaah bisa pulang sebelum tengah malam.

Pada malam-malam terakhir Ramadan, banyak masjid memperpanjang waktu Tarawih untuk menyambut Lailatul Qadar. Jamaah pun biasanya lebih antusias, dan suasana malam menjadi semakin khusyuk.

Jadwal Buka Puasa Banda Aceh dan Sekitarnya

Menjelang berbukanya puasa, suasana di Banda Aceh mulai berubah. Penjual makanan ringan dan minuman segar mulai membanjiri sudut-sudut jalan. Masyarakat bersiap menyambut waktu berbuka dengan menu sederhana namun penuh makna.

Berikut adalah jadwal buka puasa untuk wilayah Banda Aceh dan sekitarnya pada Minggu, 22 Februari 2026. Jadwal ini bisa sedikit berbeda tergantung lokasi spesifik, namun umumnya selisihnya hanya beberapa menit saja.

Baca Juga:  Jadwal Imsak & Sahur Deli Serdang 23 Februari 2026: Waktu Tepat untuk Puasa Ramadan!
Waktu Keterangan
04:35 WIB Waktu Imsak
05:48 WIB Waktu Subuh
17:58 WIB Waktu Berbuka Puasa
19:08 WIB Waktu Maghrib
19:22 WIB Mulai Salat Tarawih

1. Lokasi Buka Puasa Umum

Di Banda Aceh, banyak tempat umum yang menjadi titik favorit untuk berbuka puasa. Mulai dari Masjid Raya Baiturrahman hingga masjid-masjid kecil di pelosok kota. Masyarakat sering berkumpul di halaman masjid untuk berbuka bersama, sambil menunggu waktu Tarawih.

2. Makanan Khas saat Berbuka

Makanan khas saat berbuka puasa di Aceh sangat khas dan lezat. Kolak pisang, bubur kacang hijau, dan teh hangat menjadi menu wajib. Ada juga makanan tradisional seperti mie aceh dan kuah plik mantap yang biasa disantap setelah salat Maghrib.

3. Tips Menjalani Puasa dengan Nyaman

Menjalani puasa di kawasan tropis seperti Aceh memerlukan strategi khusus. Cuaca yang panas dan lembap bisa membuat tubuh cepat lemas. Oleh karena itu, penting untuk menjaga asupan cairan dan makanan saat sahur.

  • Pastikan sahur tidak terlalu ringan. Sertakan karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau ubi.
  • Minum air putih secukupnya saat sahur dan berbuka.
  • Hindari makanan berlemak tinggi saat berbuka agar tidak menimbulkan rasa berat.
  • Istirahat cukup di siang hari untuk menjaga stamina.

Tradisi Tarawih di Masjid-Masjid Banda Aceh

Masjid Raya Baiturrahman menjadi pusat kegiatan ibadah Ramadan di Banda Aceh. Setiap malam, ribuan jamaah memadati area masjid untuk melaksanakan salat Tarawih. Suasana khusyuk dan khidmat terasa begitu kental, terutama saat imam membaca ayat suci dengan tartil yang indah.

Selain itu, banyak masjid kecil yang juga aktif menggelar Tarawih. Di kawasan Ulee Lheue, Lambaro, dan Peunayong, warga setempat biasanya berkumpul di langgar-langgar setempat untuk menjalankan ibadah malam ini.

1. Tahapan Pelaksanaan Salat Tarawih

Salat Tarawih biasanya dilakukan dalam dua hingga empat rakaat sekaligus, diikuti dengan duduk istirahat sejenak. Setelah itu, dilanjutkan hingga mencapai jumlah total yang diinginkan, seperti 8, 11, atau 20 rakaat.

Baca Juga:  Jadwal Buka Puasa Medan 23 Februari 2026: Waktu Imsak & Berbuka Pasti!

Setiap rakaat dimulai dengan niat, takbiratul ihram, dan pembacaan Surat Al-Fatihah serta ayat tambahan dari Al-Qur’an. Di antara rakaat, jamaah dianjurkan untuk berdoa dan memohon ampunan.

2. Perbedaan Jumlah Rakaat Tarawih

Ada perbedaan pendapat mengenai jumlah rakaat Tarawih. Sebagian mengacu pada riwayat delapan rakaat, sementara yang lain berpegang pada dua puluh rakaat. Namun, Durrotun Nasihin menyarankan agar tidak terlalu mempermasalahkan jumlah, selama niat ibadahnya tulus.

3. Peran Imam dan Makmum dalam Tarawih

Imam Tarawih memiliki tanggung jawab besar. Selain memimpin salat, ia juga membaca Al-Qur’an dengan tartil dan khusyuk. Makmum pun dituntut untuk mengikuti dengan konsentrasi penuh, agar ibadah mereka diterima.

Keutamaan Malam Ramadan Menurut Durrotun Nasihin

Durrotun Nasihin menjelaskan bahwa malam Ramadan adalah malam penuh rahmat dan ampunan. Setiap malamnya memiliki potensi untuk menjadi Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

1. Lailatul Qadar dan Tanda-Tandanya

Lailatul Qadar biasanya jatuh pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan. Tanda-tandanya antara lain suasana yang tenang, matahari terbit tanpa sinar keemasan, dan hati yang terasa khusyuk.

2. Amalan yang Dianjurkan di Malam Ramadan

Selain salat Tarawih, ada beragam amalan sunnah yang bisa dilakukan, seperti:

  • Membaca Al-Qur’an secara rutin
  • Bersedekah secara ikhlas
  • Memperbanyak dzikir dan doa
  • Menjaga hubungan silaturahmi

3. Hikmah Menjaga Konsistensi Ibadah

Konsistensi dalam menjalankan ibadah selama Ramadan sangat penting. Durrotun Nasihin menegaskan bahwa keutamaan ibadah bukan hanya terletak pada jumlah, tetapi juga kualitas dan ketulusan niat.

Kesimpulan

Salat Tarawih di bulan Ramadan, khususnya di Banda Aceh dan sekitarnya, menjadi bagian penting dari kehidupan spiritual masyarakat. Dengan mengacu pada kitab Durrotun Nasihin, ibadah ini bukan hanya soal gerakan fisik, tetapi juga penyucian jiwa dan penguatan hubungan dengan Allah SWT.

Jadwal buka puasa yang tepat membantu menjaga kedisiplinan ibadah. Sementara itu, tradisi berbuka bersama dan salat Tarawih berjamaah menciptakan nuansa kebersamaan yang mendalam.

Ramadan adalah waktu yang penuh peluang. Peluang untuk berubah, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri pada-Nya. Semoga setiap langkah ibadah selama bulan suci ini menjadi bekal untuk kehidupan yang lebih baik.

Disclaimer: Jadwal puasa dan waktu salat dapat berubah tergantung kondisi geografis dan perhitungan astronomi setempat. Informasi ini bersifat estimasi dan dapat disesuaikan dengan rujukan resmi dari lembaga keagamaan setempat.