Disclaimer: Blog ini adalah media independen yang menyajikan berita seputar ekonomi, finansial, bantuan sosial, dan kebijakan publik. Blog ini tidak berafiliasi dengan PPS Universitas Islam Malang. Website resmi PPS UNISMA: https://pps.unisma.ac.id/

Investor Berebut Saham BUMI dan DEWA saat IHSG Sesi I Melonjak 1,57% ke 8.047!

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan yang cukup menarik pada perdagangan sesi I, Selasa 3 Februari 2026. Indeks sempat berada di bawah tekanan sejak awal perdagangan, namun mampu bangkit dan menutup sesi I di level 8.047,222, naik 1,57% atau 124,491 poin. Pergerakan ini terjadi setelah IHSG dibuka di kisaran 7.922 dan bergerak antara batas atas 8.059 hingga batas bawah 7.712.

Penguatan ini menunjukkan bahwa investor mulai kembali optimis terhadap pasar modal domestik. Sentimen positif ini diperkuat oleh beberapa faktor, termasuk perkembangan terkait komunikasi antara otoritas pasar modal Indonesia dengan MSCI, serta kinerja sejumlah saham besar yang menjadi pemicu animo beli.

Saham-Saham Penguat Terbesar di Sesi I

Perdagangan di sesi pertama hari ini menunjukkan bahwa investor lebih aktif membeli saham-saham dengan likuiditas tinggi dan potensi capital gain besar. Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi yang paling banyak diperdagangkan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 3,98 triliun. Saham ini naik 12,73% ke level 248.

Di posisi kedua, Darman Henwa (DEWA) juga menjadi incaran investor. Saham ini mencatatkan transaksi senilai Rp 1,61 triliun dan menguat 11,96%. Bukit Uluwatu Villa (BUVA) menyusul di posisi ketiga dengan nilai transaksi Rp 1,58 triliun.

  1. BUMI: Naik 12,73% ke level 248 (Rp 3,98 triliun)
  2. DEWA: Naik 11,96% (Rp 1,61 triliun)
  3. BUVA: Naik signifikan (Rp 1,58 triliun)

Pergerakan Indeks Sektor

Tidak hanya indeks utama, sejumlah indeks sektoral juga ikut menguat. Dari sepuluh indeks sektoral yang dipantau, delapan di antaranya menunjukkan kenaikan, dengan IDXTECHNO sebagai penguat terbesar.

  • IDXTECHNO naik 5,37%
  • IDXBASIC naik 4,91%
  • IDXINDUST naik 3,27%
  • IDXENERGY naik 2,70%
  • IDXPROPERT naik 2,72%
  • IDXTRANS naik 2,96%
  • IDXHEALTH naik 1,53%
  • IDXFINANCE naik 0,82%
  • IDXCYCLIC naik 0,30%
  • IDXNONCYC naik 0,23%
Baca Juga:  Saham Telkom Indonesia Turun, IHSG Ikut Melemah di Sesi I!

Hanya satu indeks yang tercatat melemah, yaitu IDXINFRA yang turun tipis 0,37%.

Indeks Pendukung Ikut Naik

Indeks-indeks pendukung seperti LQ45, JII, dan IDX30 juga mencatatkan kenaikan. Ini menunjukkan bahwa penguatan bukan hanya terjadi di saham-saham besar, tetapi juga menyebar ke segmen pasar lainnya.

  • LQ45 naik 1,44% ke 817,853
  • JII naik 3,13% ke 535,910
  • IDX30 naik 1,72% ke 428,122
  • MNC36 naik 1,46% ke 333,872

Sentimen Positif dari Regulator

Salah satu pendorong utama penguatan IHSG adalah perkembangan komunikasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan MSCI. Pertemuan ini berjalan positif, dan kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan diskusi di level teknis. MSCI memberikan panduan terkait metodologi dan perhitungan yang akan digunakan dalam penilaian terhadap pasar modal Indonesia.

MSCI juga telah menetapkan aturan baru terkait peningkatan free float saham menjadi minimal 15%, yang akan mulai diterapkan pada Maret 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pasar dan menarik lebih banyak investor asing.

Pergerakan Teknikal IHSG

Dari sisi teknikal, IHSG masih berpotensi menguat lebih lanjut. Support terdekat berada di level 7.786, sementara resistance berada di kisaran 8.145 hingga 8.370. Penguatan di sesi I menunjukkan bahwa investor mulai melihat peluang di kisaran harga saat ini.

Rupiah dan Komoditas Global

Di tengah penguatan IHSG, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di kisaran Rp16.786 hingga Rp16.805. Meski cenderung melemah, fluktuasi ini masih dalam batas wajar dan tidak terlalu mengganggu stabilitas pasar saham.

Di pasar komoditas global, harga emas melonjak lebih dari 3% setelah sempat terkoreksi. Lonjakan ini memberikan dampak positif terhadap saham-saham emiten yang bergerak di bidang pertambangan emas, termasuk DEWA dan BUMI.

Baca Juga:  Mau Tahu Perbedaan Fasilitas Kelas BPJS Kesehatan yang Ramai Diperbincangkan? Simak Penjelasannya!

Tabel Rangkuman Data Perdagangan Sesi I

Saham Nilai Transaksi Kenaikan (%) Harga Penutupan
BUMI Rp 3,98 triliun 12,73% 248
DEWA Rp 1,61 triliun 11,96%
BUVA Rp 1,58 triliun

Disclaimer

Data dan informasi dalam artikel ini bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan dinamika pasar. Keputusan investasi sebaiknya selalu didasarkan pada analisis mandiri dan pertimbangan risiko yang matang.