Gas LPG 3 kg atau yang populer disebut “gas melon” karena warna tabungnya yang hijau menyerupai buah melon telah menjadi kebutuhan pokok masyarakat Indonesia untuk memasak sehari-hari. Pemerintah memberikan subsidi untuk gas LPG 3 kg agar harganya tetap terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Namun, sejak diberlakukannya kebijakan baru distribusi LPG 3 kg pada awal 2025 yang membatasi penjualan hanya di pangkalan resmi dan subpangkalan, banyak masyarakat yang mulai membandingkan harga gas subsidi dengan non-subsidi. Pertanyaan “berapa sebenarnya selisih harga keduanya?” menjadi topik yang banyak dibahas.
Artikel ini akan mengulas secara detail perbandingan harga gas melon subsidi dengan LPG non-subsidi, besaran subsidi yang diberikan pemerintah, serta tips membeli gas dengan harga yang tepat.
Memahami Harga Asli Gas Melon Tanpa Subsidi
Berdasarkan pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, harga asli atau harga keekonomian gas LPG 3 kg tanpa subsidi sebenarnya mencapai sekitar Rp42.750 per tabung. Namun, dengan adanya subsidi pemerintah sebesar Rp30.000 per tabung, masyarakat hanya perlu membayar sekitar Rp12.750 per tabung di titik serah agen atau penyalur resmi.
Harga Jual Eceran (HJE) sebesar Rp12.750 atau Rp4.250 per kg ini tidak berubah sejak tahun 2008 sesuai peraturan Kementerian ESDM. Di tingkat pangkalan, harga yang berlaku mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah daerah masing-masing, biasanya berkisar antara Rp18.000 hingga Rp22.000 per tabung tergantung wilayah.
Perbandingan Harga Gas Subsidi dan Non-Subsidi
Perbedaan harga antara gas subsidi dan non-subsidi cukup signifikan. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa gas melon subsidi sering disalahgunakan oleh masyarakat yang sebenarnya tidak berhak. Berikut adalah perbandingan lengkapnya:
| Jenis LPG | Ukuran | Harga (Rata-rata) | Harga per Kg |
|---|---|---|---|
| Gas Melon Subsidi | 3 kg | Rp18.000 – Rp22.000 | Rp6.000 – Rp7.333 |
| Bright Gas (Pink) | 3 kg | Rp39.000 – Rp56.000 | Rp13.000 – Rp18.667 |
| LPG Non-Subsidi | 5,5 kg | Rp90.000 – Rp117.000 | Rp16.364 – Rp21.273 |
| LPG Non-Subsidi | 12 kg | Rp192.000 – Rp249.000 | Rp16.000 – Rp20.750 |
| Selisih Subsidi vs Non-Subsidi (3kg) | Rp17.000 – Rp34.000 per tabung | ||
Besaran Subsidi Pemerintah untuk Gas Melon
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebutkan bahwa pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp36.000 per tabung gas 3 kg atau sekitar Rp12.000 per kilogram. Besaran subsidi ini cukup besar dan menjadi beban APBN setiap tahunnya. Pada tahun 2025, kuota gas LPG 3 kg yang disubsidi ditetapkan sebanyak 8,17 juta metrik ton.
Faktanya, KPK pernah menyatakan terjadi ketidaktepatan sasaran subsidi LPG 3 kg mencapai Rp50 triliun atau lebih dari separuh total anggaran subsidi. Banyak masyarakat yang sebenarnya mampu secara ekonomi justru menggunakan gas subsidi karena selisih harganya yang signifikan dengan gas non-subsidi.
Kebijakan Distribusi Gas Melon 2026
Sejak 1 Februari 2025, pemerintah menerapkan kebijakan baru yang membatasi penjualan gas melon subsidi hanya di pangkalan resmi dan subpangkalan yang telah terdaftar. Pengecer yang ingin tetap menjual gas subsidi harus memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan terdaftar sebagai subpangkalan dengan aplikasi MerchantApps Pangkalan Pertamina.
Setiap transaksi pembelian gas subsidi kini wajib dicatat menggunakan KTP pembeli. Sistem ini mengintegrasikan data pembelian dengan Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) untuk memastikan subsidi tepat sasaran.
Cara Membeli Gas Melon Subsidi dengan Harga Tepat
Untuk mendapatkan gas melon dengan harga sesuai HET, ikuti langkah-langkah berikut:
- Cari pangkalan atau subpangkalan resmi Pertamina di sekitar tempat tinggal
- Bawa KTP asli saat membeli gas subsidi
- Tanyakan harga sebelum membeli untuk memastikan sesuai HET daerah
- Minta struk atau bukti pembelian jika tersedia
- Laporkan ke Pertamina jika menemukan harga di atas HET tanpa alasan yang jelas
Tips Menghemat Pengeluaran Gas untuk Rumah Tangga
Selain membeli gas dengan harga yang tepat, beberapa tips berikut dapat membantu menghemat penggunaan gas di rumah tangga:
- Gunakan api sedang saat memasak, api besar justru boros gas
- Tutup panci saat memasak agar panas tidak terbuang
- Pastikan regulator dan selang dalam kondisi baik tanpa kebocoran
- Masak dengan perencanaan agar tidak bolak-balik menyalakan kompor
- Pertimbangkan kompor induksi sebagai alternatif hemat energi
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Berapa selisih harga gas subsidi dan non-subsidi per bulan untuk rumah tangga? Jika rumah tangga menghabiskan 4 tabung gas per bulan, selisihnya bisa mencapai Rp100.000-Rp150.000 per bulan dibandingkan menggunakan gas 12 kg non-subsidi.
Apakah harga gas melon akan naik di tahun 2026? Hingga saat ini, pemerintah belum mengumumkan kenaikan harga gas subsidi. Namun, wacana transformasi subsidi menjadi bantuan langsung tunai terus dibahas.
Bagaimana cara mengetahui pangkalan resmi di sekitar rumah? Anda dapat menghubungi Call Center Pertamina di 135 atau mengunjungi website MyPertamina untuk mencari pangkalan terdekat.
Apakah semua orang berhak membeli gas subsidi? Berdasarkan kebijakan terbaru, gas subsidi diprioritaskan untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang terdata dalam sistem P3KE. Pembelian menggunakan KTP untuk verifikasi kelayakan.
Apa perbedaan Bright Gas dengan gas melon? Bright Gas adalah produk LPG non-subsidi dari Pertamina yang tersedia dalam ukuran 5,5 kg dan 12 kg dengan harga komersial tanpa subsidi pemerintah.
Disclaimer
Harga yang tercantum dalam artikel ini merupakan estimasi berdasarkan data per Januari 2026 dan dapat berbeda di setiap daerah. Harga LPG non-subsidi mengikuti harga pasar yang ditentukan oleh Pertamina dan dapat berubah sewaktu-waktu. Untuk harga resmi terbaru, silakan kunjungi website Pertamina atau hubungi Call Center 135.
Penutup
Selisih harga antara gas melon subsidi dengan LPG non-subsidi mencapai Rp17.000 hingga Rp34.000 per tabung, atau sekitar Rp30.000 jika dibandingkan dengan harga keekonomian tanpa subsidi. Perbedaan yang signifikan ini menjadi alasan pentingnya kebijakan distribusi yang tepat sasaran. Pastikan untuk membeli gas subsidi di pangkalan resmi dengan harga sesuai HET dan gunakan secara bijak agar subsidi dapat terus dinikmati oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.