Disclaimer: Blog ini adalah media independen yang menyajikan berita seputar ekonomi, finansial, bantuan sosial, dan kebijakan publik. Blog ini tidak berafiliasi dengan PPS Universitas Islam Malang. Website resmi PPS UNISMA: https://pps.unisma.ac.id/

Deposito Bunga Tertinggi 2026: Perbandingan 20 Bank dan Tips Memilih yang Tepat

Mencari tempat menyimpan uang dengan return pasti tanpa risiko? Deposito menjadi pilihan favorit karena menawarkan bunga lebih tinggi dari tabungan biasa dengan jaminan keamanan dari LPS.

Suku bunga deposito berbeda-beda di setiap bank. Beberapa bank digital bahkan menawarkan bunga hingga 7% per tahun, jauh lebih tinggi dibanding bank konvensional yang rata-rata hanya 3-4%.

Nah, artikel ini membahas deposito bunga tertinggi tahun 2026 dengan perbandingan dari 20 bank di Indonesia. Termasuk tips memilih yang tepat, pajak yang dikenakan, hingga perbedaan deposito bank konvensional dan digital.

Deposito Sebagai Instrumen Investasi Aman

Deposito merupakan produk simpanan bank yang cocok untuk investor konservatif yang mengutamakan keamanan modal. Dana yang disimpan dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Rp2 miliar per nasabah per bank.

Mengapa Deposito Diminati?

1. Return Pasti

Bunga deposito sudah ditentukan di awal sehingga investor tahu persis berapa keuntungan yang akan didapat.

2. Risiko Rendah

Tidak ada risiko kehilangan modal seperti saham atau reksa dana. Dana pokok tetap utuh saat jatuh tempo.

3. Dijamin LPS

Simpanan deposito di bank yang terdaftar dijamin LPS maksimal Rp2 miliar per nasabah per bank.

4. Proses Mudah

Pembukaan deposito bisa dilakukan langsung di kantor cabang atau melalui aplikasi mobile banking.

Cocok untuk Siapa?

Deposito ideal untuk dana darurat yang tidak akan digunakan dalam waktu dekat, dana pendidikan anak, persiapan uang muka rumah, dan investor pemula yang belum siap dengan risiko tinggi.

Apa Itu Deposito dan Cara Kerjanya

Deposito adalah produk simpanan bank dengan bunga lebih tinggi dari tabungan biasa, namun dana hanya bisa dicairkan setelah jangka waktu tertentu (tenor).

Baca Juga:  Tabungan dengan Bunga Tertinggi Tanpa Minimal Saldo: Rekomendasi Bank Digital 2025

Cara Kerja Deposito

Nasabah menyetorkan sejumlah dana ke bank dengan kesepakatan tenor tertentu (1, 3, 6, 12, atau 24 bulan). Selama periode tersebut, bank membayar bunga sesuai suku bunga yang disepakati.

Saat jatuh tempo, nasabah bisa memilih mencairkan dana + bunga atau memperpanjang deposito (rollover) untuk periode berikutnya.

Jenis-Jenis Deposito

1. Deposito Berjangka

Jenis paling umum dengan tenor tetap dan bunga dibayar saat jatuh tempo atau berkala (bulanan).

2. Sertifikat Deposito

Dapat diperjualbelikan atau dipindahtangankan ke pihak lain. Bunga dibayar di muka.

3. Deposito On Call

Tenor sangat pendek (7-30 hari) dengan minimal penempatan besar, biasanya untuk korporasi.

Istilah Penting

Tenor: Jangka waktu penempatan deposito

ARO (Automatic Roll Over): Perpanjangan otomatis saat jatuh tempo

Pencairan Sebelum Jatuh Tempo: Bisa dilakukan dengan penalti kehilangan sebagian atau seluruh bunga

Faktor yang Mempengaruhi Suku Bunga Deposito

Mengapa bunga deposito berbeda-beda antar bank? Berikut faktor-faktor yang mempengaruhinya.

1. Kebijakan Suku Bunga Acuan BI

Bank Indonesia menetapkan BI Rate sebagai suku bunga acuan. Jika BI Rate naik, bank cenderung menaikkan bunga deposito, begitu pula sebaliknya.

2. Kebutuhan Likuiditas Bank

Bank yang membutuhkan dana untuk penyaluran kredit biasanya menawarkan bunga deposito lebih tinggi untuk menarik nasabah.

3. Jenis Bank

Bank digital dan BPR umumnya menawarkan bunga lebih tinggi dibanding bank konvensional besar karena biaya operasional mereka lebih rendah.

4. Nominal Penempatan

Deposito dengan nominal besar sering mendapat bunga spesial (special rate) yang lebih tinggi dari bunga counter.

5. Tenor Deposito

Tenor lebih panjang biasanya mendapat bunga lebih tinggi karena bank bisa menggunakan dana dalam waktu lebih lama.

6. Kondisi Ekonomi

Inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan kondisi pasar keuangan mempengaruhi kebijakan suku bunga bank secara keseluruhan.

Perbandingan Bunga Deposito 20 Bank 2026

Berikut perbandingan suku bunga deposito dari 20 bank di Indonesia untuk tenor 12 bulan. Data ini merupakan bunga counter umum yang bisa berbeda untuk nasabah tertentu.

Nama Bank Jenis Bank Bunga 12 Bulan
SeaBank Digital 6,00% – 7,00%
Bank Neo Commerce Digital 6,00% – 6,50%
Bank Jago Digital 5,50% – 6,00%
Allo Bank Digital 5,00% – 5,50%
Bank Saqu (BRI) Digital 5,00% – 5,25%
Superbank Digital 4,75% – 5,25%
Bank BTPN Konvensional 4,50% – 5,00%
Bank Maybank Konvensional 4,25% – 4,75%
Bank OCBC NISP Konvensional 4,00% – 4,50%
Bank Panin Konvensional 4,00% – 4,50%
Bank Permata Konvensional 3,75% – 4,25%
Bank CIMB Niaga Konvensional 3,50% – 4,00%
Bank Danamon Konvensional 3,50% – 4,00%
Bank BTN BUMN 3,25% – 3,75%
Bank BNI BUMN 3,00% – 3,50%
Bank BRI BUMN 3,00% – 3,50%
Bank Mandiri BUMN 2,75% – 3,25%
Bank BCA Swasta 2,50% – 3,00%
Bank BSI Syariah 3,50% – 4,00% (equiv.)
Bank Muamalat Syariah 3,25% – 3,75% (equiv.)
Baca Juga:  Bank Digital Terbaik 2026: Bunga Tertinggi dan Perbandingan Fitur Lengkap

*Suku bunga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan masing-masing bank. Data per Januari 2026.

Bank dengan Bunga Tertinggi

Dari perbandingan di atas, beberapa bank menawarkan bunga deposito paling kompetitif di tahun 2026.

Top 3 Bank Digital

1. SeaBank

Menawarkan bunga hingga 7% per tahun untuk tenor tertentu. Minimal deposito mulai dari Rp1 juta dengan proses pembukaan sepenuhnya online.

2. Bank Neo Commerce

Bunga kompetitif 6-6,5% dengan fitur deposito yang bisa dicairkan kapan saja tanpa penalti untuk produk tertentu.

3. Bank Jago

Menawarkan bunga 5,5-6% dengan integrasi ekosistem Gojek yang memudahkan transaksi.

Top 3 Bank Konvensional

1. Bank BTPN

Bank konvensional dengan bunga tertinggi di kisaran 4,5-5% melalui produk Jenius atau cabang reguler.

2. Bank Maybank

Menawarkan bunga kompetitif 4,25-4,75% dengan jaringan luas dan layanan priority banking.

3. Bank OCBC NISP

Bunga 4-4,5% dengan berbagai pilihan tenor dan fasilitas wealth management.

Catatan Penting

Bunga tinggi biasanya ditawarkan bank digital atau bank dengan kebutuhan likuiditas tinggi. Pastikan tetap mempertimbangkan faktor keamanan dan reputasi bank, bukan hanya mengejar bunga tertinggi.

Deposito Bank Konvensional vs Bank Digital

Apa perbedaan mendasar antara deposito di bank konvensional dan bank digital?

Bank Konvensional

Kelebihan:

  • Jaringan kantor cabang luas
  • Layanan tatap muka tersedia
  • Reputasi lebih established
  • Cocok untuk nominal sangat besar

Kekurangan:

  • Bunga cenderung lebih rendah
  • Proses pembukaan lebih lama
  • Minimal deposito lebih tinggi

Bank Digital

Kelebihan:

  • Bunga lebih tinggi (bisa 2x bank konvensional)
  • Proses pembukaan cepat dan online
  • Minimal deposito rendah (mulai Rp1 juta)
  • Fitur aplikasi modern

Kekurangan:

  • Tidak ada kantor fisik
  • Customer service terbatas
  • Beberapa masih relatif baru

Mana yang Lebih Baik?

Tidak ada yang lebih baik secara mutlak. Bank digital cocok untuk yang mengutamakan return tinggi dan nyaman dengan layanan digital. Bank konvensional cocok untuk yang butuh layanan tatap muka dan penempatan dana sangat besar.

Keamanan Sama-Sama Terjamin

Baik bank digital maupun konvensional sama-sama dijamin LPS maksimal Rp2 miliar per nasabah per bank selama memenuhi syarat penjaminan.

Baca Juga:  Syarat Pinjaman Modal Usaha Bank BNI 2026: Plafon hingga Rp500 Juta Tanpa Agunan

Cara Memilih Deposito yang Tepat

Berikut panduan memilih deposito yang sesuai dengan kebutuhan finansialmu.

1. Tentukan Tujuan Penempatan

Dana darurat, dana pendidikan, atau tabungan jangka pendek membutuhkan tenor dan fleksibilitas yang berbeda.

2. Bandingkan Suku Bunga

Jangan hanya melihat satu bank. Bandingkan minimal 3-5 bank untuk mendapat bunga terbaik.

3. Perhatikan Minimal Deposito

Sesuaikan dengan dana yang tersedia. Bank digital umumnya menerima deposito mulai Rp1 juta, sementara bank konvensional biasanya minimal Rp8-10 juta.

4. Pilih Tenor yang Sesuai

Jika butuh likuiditas, pilih tenor pendek (1-3 bulan). Untuk dana yang tidak akan dipakai, tenor panjang biasanya memberikan bunga lebih tinggi.

5. Cek Kebijakan Pencairan Dini

Beberapa bank mengenakan penalti jika deposito dicairkan sebelum jatuh tempo. Pahami ketentuannya sebelum membuka.

6. Pastikan Dijamin LPS

Simpan dana di bank yang terdaftar LPS dan pastikan bunga tidak melebihi bunga penjaminan LPS agar tetap dijamin.

7. Pertimbangkan Kemudahan Akses

Pilih bank dengan aplikasi mobile banking yang user-friendly jika ingin memantau dan mengelola deposito secara online.

Pajak dan Biaya Deposito

Sebelum menghitung keuntungan deposito, pahami dulu pajak dan biaya yang dikenakan.

Pajak Bunga Deposito

Bunga deposito dikenakan PPh Final sebesar 20% dari total bunga yang didapat. Pajak ini dipotong langsung oleh bank.

Contoh Perhitungan:

Deposito Rp100 juta dengan bunga 5% per tahun:

  • Bunga bruto: 5% x Rp100.000.000 = Rp5.000.000
  • Pajak 20%: 20% x Rp5.000.000 = Rp1.000.000
  • Bunga netto: Rp5.000.000 – Rp1.000.000 = Rp4.000.000

Biaya-Biaya Deposito

1. Biaya Administrasi

Sebagian besar bank tidak mengenakan biaya admin untuk deposito. Namun beberapa bank masih menerapkannya.

2. Biaya Materai

Pembukaan deposito mungkin dikenakan biaya materai sesuai ketentuan yang berlaku.

3. Penalti Pencairan Dini

Jika mencairkan sebelum jatuh tempo, biasanya dikenakan penalti 0,5-2% dari nominal atau kehilangan sebagian/seluruh bunga.

Simulasi Keuntungan Bersih

Deposito Rp50 juta di bank digital dengan bunga 6% per tahun (tenor 12 bulan):

  • Bunga bruto: 6% x Rp50.000.000 = Rp3.000.000
  • Pajak 20%: Rp600.000
  • Bunga netto setahun: Rp2.400.000
  • Return bersih: 4,8% per tahun

FAQ Seputar Deposito

Berapa minimal deposito di bank?

Bervariasi tergantung bank. Bank digital mulai dari Rp1 juta, bank konvensional biasanya Rp8-10 juta, dan ada yang menerima mulai Rp1 juta untuk produk tertentu.

Apakah bunga deposito bisa berubah di tengah tenor?

Tidak. Bunga deposito bersifat tetap (fixed rate) sesuai kesepakatan di awal. Perubahan hanya berlaku untuk deposito baru.

Bagaimana jika bank tempat deposito bangkrut?

Dana dijamin LPS maksimal Rp2 miliar per nasabah per bank, dengan syarat bunga tidak melebihi bunga penjaminan LPS.

Apakah deposito bisa dijadikan jaminan pinjaman?

Bisa. Deposito bisa dijadikan agunan untuk pinjaman dengan plafon biasanya 80-90% dari nilai deposito.

Kapan waktu terbaik membuka deposito?

Saat suku bunga acuan BI tinggi, bunga deposito juga cenderung tinggi. Pantau kebijakan suku bunga BI untuk timing terbaik.

Apakah deposito syariah sama dengan konvensional?

Prinsipnya berbeda. Deposito syariah menggunakan akad mudharabah dengan bagi hasil, bukan bunga tetap.

Penutup

Deposito bunga tertinggi 2026 banyak ditawarkan oleh bank digital dengan kisaran 5-7% per tahun, jauh di atas bank konvensional yang rata-rata 3-4%. Namun pemilihan deposito tidak boleh hanya berdasarkan bunga tertinggi saja.

Pertimbangkan juga faktor keamanan, reputasi bank, kemudahan akses, dan kesesuaian dengan kebutuhan finansialmu. Pastikan selalu menyimpan dana di bank yang dijamin LPS dan bunga tidak melebihi batas penjaminan.