Disclaimer: Blog ini adalah media independen yang menyajikan berita seputar ekonomi, finansial, bantuan sosial, dan kebijakan publik. Blog ini tidak berafiliasi dengan PPS Universitas Islam Malang. Website resmi PPS UNISMA: https://pps.unisma.ac.id/

Cara Beriklan di TikTok: Panduan Lengkap untuk Pemula 2025

TikTok bukan lagi sekadar aplikasi hiburan untuk menonton video pendek. Dengan lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan di seluruh dunia, platform ini telah berevolusi menjadi salah satu channel marketing paling potensial untuk bisnis dari berbagai skala.

Data menunjukkan bahwa pengguna TikTok menghabiskan rata-rata 95 menit per hari di aplikasi ini. Engagement rate-nya juga jauh lebih tinggi dibanding platform sosial media lain. Bagi pelaku bisnis, ini adalah peluang emas yang sayang untuk dilewatkan.

Namun, banyak yang masih bingung bagaimana cara beriklan di TikTok yang benar. Apakah harus punya followers banyak dulu? Berapa budget minimalnya? Bagaimana cara membuat iklan yang tidak di-skip?

Artikel ini akan membahas panduan lengkap dari nol hingga iklan pertama tayang, khusus untuk pemula yang baru ingin memulai.

Persiapan Sebelum Beriklan

Sebelum membuat akun dan memasang iklan, ada beberapa hal yang perlu disiapkan agar campaign berjalan efektif dan budget tidak terbuang sia-sia.

Tentukan Tujuan Iklan

Pertanyaan pertama yang harus dijawab: apa tujuan beriklan di TikTok?

Brand Awareness: Ingin lebih banyak orang mengenal brand atau produk.

Traffic: Ingin mengarahkan pengguna ke website atau landing page.

App Install: Ingin meningkatkan download aplikasi.

Video Views: Ingin video ditonton sebanyak mungkin.

Lead Generation: Ingin mengumpulkan data calon pelanggan (email, nomor HP).

Conversions: Ingin mendorong pembelian atau tindakan spesifik di website.

Tujuan yang berbeda membutuhkan strategi, format iklan, dan optimasi yang berbeda pula.

Kenali Target Audiens

Siapa yang ingin dijangkau dengan iklan? Semakin spesifik, semakin efektif.

Demografi: Usia, jenis kelamin, lokasi.

Interest: Hobi dan minat mereka (fashion, gaming, kuliner, fitness, dll).

Behavior: Perilaku di TikTok (suka nonton live, sering belanja di TikTok Shop, dll).

Pain Point: Masalah apa yang produk/layanan bisa selesaikan untuk mereka.

Siapkan Materi Kreatif

TikTok adalah platform visual. Konten iklan yang menarik adalah kunci keberhasilan.

Baca Juga:  Cara Mudah Cek Bansos PKH 2026 Tanpa Aplikasi Resmi, Langsung dari HP!

Video: Siapkan video vertikal (9:16) dengan durasi 15-60 detik. Resolusi minimal 720p.

Teks: Siapkan headline dan deskripsi yang catchy.

CTA: Tentukan call-to-action yang jelas (Shop Now, Learn More, Download, dll).

Landing Page: Pastikan halaman tujuan sudah siap dan mobile-friendly.

Siapkan Budget

Berapa budget yang dialokasikan untuk beriklan? TikTok memiliki minimum budget:

Campaign Level: Minimal $50 per hari (sekitar Rp800.000).

Ad Group Level: Minimal $20 per hari (sekitar Rp320.000).

Untuk testing awal, disarankan menyiapkan budget minimal Rp1-2 juta untuk mendapatkan data yang cukup sebelum optimasi.

Cara Membuat Akun TikTok Ads Manager

TikTok Ads Manager adalah platform resmi untuk membuat dan mengelola iklan di TikTok. Berikut cara membuat akunnya.

Langkah 1: Akses Website Resmi

Buka browser dan kunjungi ads.tiktok.com. Klik tombol “Get Started” atau “Create an Ad”.

Langkah 2: Pilih Metode Pendaftaran

Ada beberapa opsi untuk mendaftar:

  • Email
  • Nomor telepon
  • Akun TikTok yang sudah ada
  • Google Account

Disarankan menggunakan email bisnis untuk kemudahan pengelolaan dan profesionalitas.

Langkah 3: Verifikasi Akun

TikTok akan mengirimkan kode verifikasi ke email atau nomor telepon. Masukkan kode tersebut untuk melanjutkan proses pendaftaran.

Langkah 4: Isi Informasi Bisnis

Lengkapi data bisnis yang diminta:

Country/Region: Pilih Indonesia.

Industry: Pilih kategori industri bisnis (E-commerce, F&B, Fashion, dll).

Business Name: Nama bisnis atau brand.

Time Zone: Pilih GMT+7 untuk WIB.

Currency: Pilih IDR (Rupiah) agar lebih mudah mengelola budget.

Penting: Time zone dan currency tidak bisa diubah setelah akun dibuat. Pastikan memilih dengan benar.

Langkah 5: Setup Metode Pembayaran

Tambahkan metode pembayaran untuk bisa menjalankan iklan:

Kartu Kredit/Debit: Visa, Mastercard (opsi paling umum).

Transfer Bank: Tersedia untuk beberapa bank lokal Indonesia.

Manual Payment: Top up saldo terlebih dahulu sebelum beriklan.

Langkah 6: Selesai

Akun TikTok Ads Manager sudah aktif dan siap digunakan untuk membuat campaign pertama.

Cara Membuat Campaign Pertama

Setelah akun siap, saatnya membuat iklan pertama. TikTok Ads menggunakan struktur 3 level: Campaign, Ad Group, dan Ad.

Level Fungsi Yang Diatur
Campaign Menentukan tujuan iklan Objective, nama campaign, budget campaign
Ad Group Menentukan siapa yang melihat iklan Target audiens, placement, budget harian, jadwal
Ad Konten iklan yang ditampilkan Video, teks, CTA, landing page URL

Step 1: Buat Campaign Baru

  1. Di dashboard TikTok Ads Manager, klik “Create” atau “Campaign”
  2. Pilih Advertising Objective sesuai tujuan:
    • Awareness: Reach
    • Consideration: Traffic, Video Views, Lead Generation
    • Conversion: Conversions, App Install
  3. Beri nama campaign yang mudah diidentifikasi (contoh: “Promo Lebaran 2025 – Traffic”)
  4. Tentukan Campaign Budget (Daily atau Lifetime)
  5. Klik “Continue”

Step 2: Setup Ad Group

Ini adalah tahap paling krusial karena menentukan siapa yang akan melihat iklan.

Baca Juga:  Bansos Maret 2026 Sudah Cair! Ini Dia Cara Aman Cek Status Penerima PKH Anda

Placement:

  • Pilih Automatic Placement untuk pemula (TikTok akan mengoptimasi sendiri)
  • Atau pilih manual: TikTok, Pangle, atau platform partner lainnya

Target Audience:

  • Location: Pilih Indonesia atau kota spesifik
  • Age: Tentukan rentang usia target (contoh: 18-34 tahun)
  • Gender: Semua, Pria, atau Wanita
  • Languages: Bahasa Indonesia
  • Interests: Pilih kategori minat yang relevan dengan produk
  • Behaviors: Pilih perilaku pengguna yang diinginkan

Budget & Schedule:

  • Tentukan Daily Budget (minimal $20/hari)
  • Atur Schedule kapan iklan tayang (start date, end date, atau continuous)
  • Pilih Dayparting jika ingin iklan hanya tayang di jam tertentu

Bidding & Optimization:

  • Optimization Goal: Sesuaikan dengan objective (Click, Conversion, dll)
  • Bid Strategy: Pilih “Lowest Cost” untuk pemula (TikTok optimasi otomatis)

Step 3: Buat Ad (Konten Iklan)

Tahap terakhir adalah mengupload konten kreatif iklan.

Identity:

  • Pilih akun TikTok yang akan muncul sebagai pengirim iklan
  • Atau buat Custom Identity dengan nama dan foto profil brand

Ad Format:

  • Single Video: Satu video iklan
  • Carousel: Beberapa gambar yang bisa di-swipe (untuk Traffic objective)

Upload Creative:

  • Upload video dari komputer atau pilih dari TikTok Library
  • Pastikan format vertikal (9:16), durasi 5-60 detik
  • Resolusi minimal 720p

Ad Details:

  • Display Name: Nama yang muncul di iklan
  • Text: Caption iklan (maks 100 karakter, buat yang catchy)
  • Call to Action: Pilih tombol CTA (Shop Now, Learn More, Download, dll)
  • Destination URL: Link tujuan ketika iklan diklik

Step 4: Review dan Submit

  1. Periksa kembali semua pengaturan
  2. Klik “Submit” untuk mengirim iklan ke review
  3. TikTok akan mereview iklan dalam 24-48 jam
  4. Jika disetujui, iklan akan mulai tayang sesuai jadwal
  5. Jika ditolak, akan ada notifikasi beserta alasan penolakan

Tips Membuat Konten Iklan yang Efektif

Konten adalah raja di TikTok. Iklan yang terlalu “iklan” akan langsung di-skip. Berikut tips agar iklan efektif dan engaging.

Jangan Buat Iklan, Buat TikTok

Filosofi paling penting dalam beriklan di TikTok: konten harus terasa native, seperti video TikTok biasa yang muncul di FYP.

Salah: Video dengan voice over formal, grafis korporat, dan tagline yang hard sell.

Benar: Video yang entertaining, relatable, menggunakan trending sound, dan tidak terasa seperti iklan.

Hook dalam 3 Detik Pertama

Pengguna TikTok scrolling sangat cepat. Jika 3 detik pertama tidak menarik, mereka akan langsung skip.

Contoh hook yang efektif:

  • “POV: Kamu baru tau produk ini…”
  • “Stop scrolling kalau kamu punya masalah [X]…”
  • “Ini rahasia yang jarang orang tau…”
  • Langsung tunjukkan hasil/before-after yang dramatis

Gunakan Trending Sound

Musik dan sound yang sedang viral bisa meningkatkan reach dan membuat iklan terasa lebih native.

Cek tab “Discover” di TikTok untuk melihat sound yang sedang trending, atau gunakan TikTok Creative Center untuk riset.

Format Vertikal Full Screen

TikTok adalah platform vertikal. Jangan pernah gunakan video horizontal atau square. Pastikan video mengisi seluruh layar (9:16 aspect ratio).

Baca Juga:  THR CPNS 2026 Siap Dibagikan, Simak Penjelasan Resminya!

Include Clear CTA

Meskipun tidak boleh terlalu hard sell, tetap sertakan call-to-action yang jelas:

  • Di dalam video (verbal atau text overlay)
  • Di caption
  • Di tombol CTA

Leverage User Generated Content Style

Konten yang terlihat seperti dibuat oleh user biasa (bukan production house) cenderung perform lebih baik. Authenticity sangat dihargai di TikTok.

Test Multiple Creatives

Jangan hanya buat satu versi iklan. Buat 3-5 variasi dengan:

  • Hook berbeda
  • Angle berbeda (testimoni, tutorial, behind the scene)
  • Sound berbeda
  • CTA berbeda

Biarkan sistem TikTok menentukan mana yang paling efektif melalui A/B testing otomatis.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Banyak pemula yang boncos di iklan pertama karena melakukan kesalahan ini:

Targeting Terlalu Luas

Ingin menjangkau semua orang justru membuat iklan tidak efektif. Mulai dengan target yang spesifik, lalu perluas setelah mendapat data.

Budget Terlalu Kecil untuk Testing

Budget Rp50.000/hari tidak akan memberikan data yang cukup untuk optimasi. Minimal alokasikan Rp300.000-500.000/hari untuk fase testing.

Tidak Memasang Pixel

TikTok Pixel adalah kode tracking yang dipasang di website untuk melacak konversi. Tanpa pixel, tidak bisa mengukur ROI dengan akurat dan tidak bisa retargeting.

Menyerah Terlalu Cepat

Iklan pertama jarang langsung sukses. Butuh waktu untuk learning phase dan optimasi. Jangan matikan campaign setelah 1-2 hari tanpa memberikan waktu sistem belajar.

Konten Terlalu Hard Sell

“Beli sekarang! Diskon 50%! Limited stock!” Gaya iklan seperti ini tidak work di TikTok. Pengguna akan langsung skip.

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Beriklan di TikTok

Apakah harus punya followers banyak untuk beriklan di TikTok?

Tidak. TikTok Ads bisa dijalankan meskipun akun baru dengan 0 followers. Iklan akan tetap tampil kepada target audiens yang ditentukan, terlepas dari jumlah followers.

Berapa budget minimal untuk mulai beriklan di TikTok?

Secara teknis, minimum budget adalah $20/hari (sekitar Rp320.000) untuk level ad group. Namun, untuk mendapatkan data yang cukup dan hasil yang optimal, disarankan minimal Rp1-2 juta untuk testing awal.

Berapa lama proses review iklan di TikTok?

Biasanya 24-48 jam. Jika ditolak, akan ada notifikasi beserta alasan. Bisa submit ulang setelah diperbaiki sesuai feedback.

Apakah bisa beriklan tanpa kartu kredit?

Bisa. TikTok Ads menyediakan opsi Manual Payment di mana bisa top up saldo terlebih dahulu via transfer bank sebelum beriklan.

Format video seperti apa yang paling efektif?

Video vertikal (9:16), durasi 15-30 detik, dengan hook kuat di 3 detik pertama. Konten yang terlihat native (seperti video TikTok biasa) cenderung perform lebih baik daripada iklan yang terlalu polished.

Apakah TikTok Ads cocok untuk semua jenis bisnis?

TikTok paling cocok untuk bisnis dengan target audiens usia 16-34 tahun dan produk/layanan yang bisa divisualisasikan secara menarik. Bisnis B2B atau dengan target usia 45+ mungkin kurang optimal.

Penutup

Cara beriklan di TikTok sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Dengan memahami struktur campaign, menyiapkan konten yang native, dan melakukan targeting yang tepat, peluang sukses di platform ini sangat terbuka lebar.

Kunci utamanya adalah memahami culture TikTok. Jangan membuat iklan yang terasa seperti iklan. Buat konten yang entertaining, relatable, dan sesuai dengan gaya pengguna TikTok.

Mulai dengan budget kecil untuk testing, analisis datanya, lalu scale up yang berhasil. Jangan takut gagal di iklan pertama karena itu adalah bagian dari proses learning.

Dengan pertumbuhan pengguna yang terus meningkat dan biaya iklan yang masih relatif terjangkau dibanding platform lain, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai beriklan di TikTok sebelum kompetisi semakin ketat.

Selamat mencoba dan semoga campaign pertama sukses!