Disclaimer: Blog ini adalah media independen yang menyajikan berita seputar ekonomi, finansial, bantuan sosial, dan kebijakan publik. Blog ini tidak berafiliasi dengan PPS Universitas Islam Malang. Website resmi PPS UNISMA: https://pps.unisma.ac.id/

Arab Saudi Dominasi Puncak Liga Antar Negara Asia, Indonesia Ketinggalan Jauh dari Malaysia

Persaingan di ranah sepak bola Asia kian menarik perhatian. Terutama dari sisi kekuatan liga antarnegara yang terus bergeser. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) baru saja merilis pembaruan peringkat kompetisi klub antar negara untuk musim 2025/2026. Hasilnya menunjukkan bahwa Arab Saudi masih berada di puncak, sementara Indonesia justru tertinggal jauh dari Malaysia.

Tak hanya soal prestasi tim nasional, peringkat ini mencerminkan kualitas liga domestik dari tiap negara. Semakin tinggi skor yang diraih, semakin baik pula reputasi liga di tingkat Asia. Dalam daftar terbaru, ada beberapa kejutan dan fakta menarik yang layak dibahas lebih dalam.

Dominasi Arab Saudi dan Kekuatan Jepang

Arab Saudi tetap kokoh di posisi puncak dengan skor 122 poin. Angka ini menunjukkan bahwa liga di sana terus berkembang dan mampu melahirkan klub-klub kompetitif di ajang Asia. Dukungan finansial yang kuat serta investasi di sektor infrastruktur sepak bola menjadi salah satu faktor utama di balik pencapaian ini.

Di posisi kedua, Jepang tak tergoyahkan dengan skor 109 poin. J League dikenal dengan sistemnya yang sehat, baik dari segi manajemen klub hingga pengembangan pemain muda. Ini menjadikan Jepang sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Asia.

Korea Selatan yang menempati posisi ketiga dengan 85.5 poin juga tak kalah menarik. Meski jaraknya cukup jauh dari dua besar, liga K League tetap menjadi acuan dalam hal profesionalisme dan kualitas permainan.

Peringkat Negara-Negara Asia Tenggara

Dalam konteks Asia Tenggara, Thailand menjadi yang terbaik dengan posisi ketujuh dan skor 58.7 poin. Ini menunjukkan bahwa liga di sana terus meningkat dari tahun ke tahun. Meski belum seheboh Liga J1 Jepang atau Saudi Pro League, Thailand League berhasil menempatkan diri di atas rata-rata.

Baca Juga:  Persib Bandung Terhindar dari Sanksi WO meski Lakukan 6 Pergantian Pemain saat Lawan Persebaya, Ini Penjelasannya

Malaysia juga patut diacungi jempol. Negara ini menempati peringkat ke-11 dengan skor 41.4 poin. Meski belum masuk lima besar Asia Tenggara, pencapaian ini cukup solid mengingat sumber daya yang dimiliki.

Di bawahnya, Singapura dan Vietnam sama-sama berada di posisi ke-14 dan 15 dengan skor 38.0 poin. Keduanya menunjukkan perkembangan yang konsisten, terutama dalam hal penguatan struktur liga dan peningkatan kualitas pertandingan.

Indonesia Masih Tertinggal dari Malaysia

Sayangnya, Indonesia yang dikenal sebagai negara dengan basis suporter terbesar di Asia Tenggara justru tertinggal cukup jauh. Skor 26.2 poin membuat Indonesia hanya menempati peringkat ke-18 secara keseluruhan. Angka ini jauh di bawah Malaysia, yang berada di posisi ke-11.

Perbandingan skor antara negara-negara Asia Tenggara terlihat lebih jelas dalam tabel berikut:

Peringkat Negara Skor
7 Thailand 58.7
11 Malaysia 41.4
14 Singapura 38.0
15 Vietnam 38.0
18 Indonesia 26.2

Dari tabel di atas, terlihat bahwa Indonesia masih tertinggal hampir 15 poin dari Malaysia. Padahal, secara jumlah penduduk dan minat terhadap sepak bola, seharusnya potensi Indonesia jauh lebih besar.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Posisi Indonesia

  1. Kualitas Liga yang Belum Konsisten
    Liga Indonesia kerap mengalami perubahan regulasi dan manajemen yang kurang stabil. Hal ini membuat klub-klub kesulitan merencanakan pengembangan jangka panjang.

  2. Kurangnya Investasi Jangka Panjang
    Meski ada peningkatan di beberapa musim terakhir, investasi di liga tanah air masih belum sebanding dengan negara-negara tetangga seperti Thailand atau Malaysia.

  3. Minimnya Pemain Berkualitas di Level Klub
    Banyak klub masih mengandalkan pemain lokal yang belum teruji secara internasional. Padahal, untuk bersaing di ajang Asia, dibutuhkan pemain dengan pengalaman liga yang lebih tinggi.

Baca Juga:  Hasil Persebaya Surabaya vs Persib Bandung 2-2: Francisco Rivera Jadi Pahlawan Bajul Ijo dengan Gol Penyelamat

Langkah-Langkah yang Bisa Ditempuh Indonesia

  1. Meningkatkan Standar Liga Domestik
    Perlu ada regulasi yang lebih ketat terhadap kualitas stadion, manajemen klub, dan pengelolaan keuangan. Ini akan meningkatkan daya tarik liga di mata investor dan penonton.

  2. Mengembangkan Pemain Muda Lewat Akademi Berkualitas
    Program pembinaan pemain sejak dini harus menjadi prioritas. Kolaborasi dengan pelatih asing dan akademi terbaik bisa menjadi solusi.

  3. Meningkatkan Performa Klub di Ajang Asia
    Klub-klub Indonesia perlu lebih konsisten dalam tampil di Piala AFC. Prestasi baik di level Asia akan langsung berdampak pada peningkatan skor peringkat nasional.

Potensi Indonesia ke Depan

Meski saat ini posisinya masih tertinggal, bukan berarti tak ada harapan. Dengan reformasi besar-besaran di liga domestik dan dukungan penuh dari stakeholder sepak bola, Indonesia bisa melompat ke posisi lebih tinggi dalam beberapa tahun ke depan.

Kunci utamanya adalah konsistensi dan komitmen jangka panjang. Sepak bola bukan olahraga yang bisa berkembang dalam waktu singkat. Namun, jika langkahnya tepat, perubahan besar bisa terjadi dalam satu dekade.

Disclaimer

Data dalam artikel ini bersumber dari rilis resmi AFC untuk musim 2025/2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada performa klub-klub peserta dari tiap negara. Peringkat ini diperbarui setiap enam bulan sekali dan mencerminkan kualitas kompetisi klub antar negara di Asia.

Tinggalkan komentar