Disclaimer: Blog ini adalah media independen yang menyajikan berita seputar ekonomi, finansial, bantuan sosial, dan kebijakan publik. Blog ini tidak berafiliasi dengan PPS Universitas Islam Malang. Website resmi PPS UNISMA: https://pps.unisma.ac.id/

Saham Syariah 2026: Daftar JII dan ISSI Terbaru serta Cara Berinvestasi

Ingin berinvestasi saham tapi tetap sesuai prinsip syariah? Saham syariah menjadi pilihan tepat bagi investor Muslim yang ingin mengembangkan aset secara halal.

Di Indonesia, saham syariah dikelompokkan dalam indeks khusus seperti Jakarta Islamic Index (JII) dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Kedua indeks ini menjadi acuan bagi investor untuk memilih saham yang sudah tersaring sesuai ketentuan syariah.

Nah, artikel ini membahas panduan lengkap saham syariah 2026. Termasuk daftar saham JII dan ISSI terbaru, kriteria seleksi, cara berinvestasi untuk pemula, hingga tips memilih saham syariah yang potensial.

Investasi Saham yang Sesuai Prinsip Syariah

Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap investasi halal terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini mendorong pertumbuhan pasar modal syariah yang cukup signifikan.

Mengapa Saham Syariah Diminati?

1. Sesuai dengan Nilai Keagamaan

Bagi umat Muslim, memastikan investasi halal adalah bagian dari ibadah. Saham syariah memberikan kepastian bahwa dana tidak masuk ke bisnis yang dilarang agama.

2. Transparansi dan Pengawasan Ketat

Saham syariah melalui proses screening ketat oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pengawasan ini memberikan rasa aman bagi investor.

3. Performa yang Kompetitif

Secara historis, indeks saham syariah menunjukkan performa yang tidak kalah dengan indeks konvensional. Bahkan dalam beberapa periode, JII mencatatkan return lebih baik.

4. Pilihan yang Semakin Beragam

Jumlah saham syariah di Indonesia terus bertambah. Per 2025, lebih dari 500 saham sudah masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES).

Pertumbuhan Pasar Modal Syariah Indonesia

Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar memiliki potensi pasar modal syariah yang sangat besar. Kapitalisasi pasar saham syariah terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun.

Baca Juga:  Cara Klaim Saldo DANA Gratis Rp220.000 Siang Ini Spesial Weekend, Cuan Tambahan Buat Ngabuburit!

Apa Itu Saham Syariah?

Saham syariah adalah efek berbentuk saham yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah di pasar modal Indonesia.

Definisi

Berdasarkan regulasi OJK, saham syariah merupakan saham dari emiten yang kegiatan usaha, cara pengelolaan, dan aspek keuangannya memenuhi kriteria syariah. Saham-saham ini tercatat dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan OJK secara berkala.

Berbeda dengan saham konvensional, saham syariah harus bebas dari unsur riba, gharar (ketidakpastian), maysir (judi), dan kegiatan usaha yang haram.

Dasar Hukum

  • Fatwa DSN-MUI No. 40/DSN-MUI/X/2003 tentang Pasar Modal Syariah
  • Peraturan OJK tentang Penerapan Prinsip Syariah di Pasar Modal
  • Fatwa DSN-MUI terkait mekanisme perdagangan efek syariah

Jenis Kegiatan Usaha yang Dilarang

Emiten saham syariah tidak boleh menjalankan bisnis:

  • Perjudian dan permainan yang tergolong judi
  • Jasa keuangan ribawi (bank dan asuransi konvensional)
  • Produksi dan distribusi makanan/minuman haram
  • Produksi dan distribusi rokok, tembakau, dan produk sejenis
  • Hiburan yang bertentangan dengan syariah
  • Perdagangan yang mengandung unsur suap

Perbedaan JII dan ISSI

Ada dua indeks utama saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang perlu dipahami investor.

Jakarta Islamic Index (JII)

JII adalah indeks yang terdiri dari 30 saham syariah paling likuid di BEI. Indeks ini diluncurkan pada tahun 2000 sebagai benchmark investasi syariah.

Karakteristik JII:

  • Terdiri dari 30 saham syariah terpilih
  • Seleksi berdasarkan likuiditas dan kapitalisasi pasar
  • Direview setiap 6 bulan (Mei dan November)
  • Cocok untuk investor yang mencari saham blue chip syariah

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)

ISSI adalah indeks yang mencakup seluruh saham syariah yang tercatat di BEI dan masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES). Indeks ini diluncurkan pada tahun 2011.

Karakteristik ISSI:

  • Mencakup seluruh saham syariah di BEI (500+ saham)
  • Lebih komprehensif sebagai gambaran pasar syariah
  • Direview setiap 6 bulan mengikuti DES
  • Cocok untuk investor yang ingin diversifikasi luas

Tabel Perbandingan

Aspek JII ISSI
Jumlah Saham 30 saham 500+ saham
Kriteria Seleksi Syariah + Likuiditas tinggi Syariah saja
Tipe Saham Blue chip syariah Semua kapitalisasi
Review Setiap 6 bulan Setiap 6 bulan
Cocok Untuk Investor konservatif Diversifikasi luas

Daftar Saham JII Terbaru 2026

JII terdiri dari 30 saham syariah dengan likuiditas dan kapitalisasi pasar tertinggi. Komposisi indeks ini diperbarui setiap semester oleh BEI.

Sektor-Sektor Dominan di JII

Saham-saham yang masuk JII biasanya berasal dari sektor:

  • Perbankan syariah
  • Pertambangan
  • Telekomunikasi
  • Consumer goods
  • Infrastruktur
  • Properti syariah

Contoh Emiten yang Sering Masuk JII

Beberapa emiten blue chip yang secara konsisten masuk JII antara lain berasal dari sektor telekomunikasi, pertambangan, consumer goods, dan infrastruktur. Nama-nama besar seperti perusahaan telekomunikasi BUMN, produsen consumer goods terkemuka, dan perusahaan tambang besar sering menjadi konstituen JII.

Baca Juga:  Kampus-Kampus Terbaik di Depok dengan Fakultas Unggulan yang Wajib Kamu Ketahui!

Cara Cek Daftar JII Terbaru

Untuk daftar JII periode terbaru yang valid dan akurat, investor bisa mengakses:

1. Website Resmi BEI Kunjungi idx.co.id dan cari menu Indeks > Jakarta Islamic Index untuk melihat konstituen terkini.

2. Website OJK Akses ojk.go.id bagian Pasar Modal Syariah untuk informasi Daftar Efek Syariah terbaru.

3. Aplikasi Sekuritas Sebagian besar aplikasi trading menyediakan filter saham berdasarkan indeks JII.

Daftar JII diperbarui setiap Mei dan November. Selalu cek sumber resmi untuk informasi terkini.

Daftar Saham ISSI Terbaru 2026

ISSI mencakup seluruh saham yang masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan OJK. Jumlahnya bisa mencapai lebih dari 500 saham.

Komposisi ISSI Berdasarkan Sektor

Saham-saham ISSI tersebar di berbagai sektor:

  • Keuangan (bank syariah, asuransi syariah)
  • Basic materials (pertambangan, kimia)
  • Consumer cyclical dan non-cyclical
  • Energi
  • Healthcare
  • Industrials
  • Infrastruktur
  • Properti dan real estate
  • Teknologi
  • Transportasi dan logistik

Karakteristik Saham ISSI

ISSI lebih beragam dari JII karena mencakup:

  • Saham big cap (kapitalisasi besar)
  • Saham mid cap (kapitalisasi menengah)
  • Saham small cap (kapitalisasi kecil)

Keberagaman ini memberikan lebih banyak pilihan bagi investor dengan berbagai profil risiko.

Cara Cek Daftar ISSI Terbaru

1. Daftar Efek Syariah OJK OJK menerbitkan DES setiap 6 bulan yang menjadi dasar konstituen ISSI. Akses di ojk.go.id.

2. Website BEI Konstituen ISSI bisa dilihat di idx.co.id pada menu Indeks Saham Syariah.

3. Screener di Aplikasi Trading Gunakan fitur screener dengan filter “Syariah” untuk melihat saham yang masuk ISSI.

ISSI diperbarui setiap Mei dan November bersamaan dengan terbitnya DES terbaru.

Kriteria Saham Masuk Indeks Syariah

Tidak semua saham bisa masuk ke dalam indeks syariah. Ada kriteria ketat yang harus dipenuhi.

Kriteria Kualitatif (Kegiatan Usaha)

Emiten tidak boleh melakukan kegiatan usaha yang bertentangan dengan syariah, meliputi:

  • Perjudian dan sejenisnya
  • Perdagangan yang dilarang syariah
  • Jasa keuangan ribawi
  • Jual beli risiko yang mengandung gharar/maysir
  • Produksi barang haram
  • Transaksi yang mengandung suap

Kriteria Kuantitatif (Rasio Keuangan)

1. Rasio Utang Berbasis Bunga Total utang berbasis bunga dibanding total aset tidak boleh lebih dari 45%.

2. Rasio Pendapatan Non-Halal Pendapatan non-halal dibanding total pendapatan tidak boleh lebih dari 10%.

Proses Screening

  1. OJK melakukan review terhadap seluruh emiten di BEI
  2. Emiten yang memenuhi kriteria masuk Daftar Efek Syariah (DES)
  3. DES diterbitkan setiap Mei dan November
  4. Saham di DES otomatis masuk ISSI
  5. Dari ISSI, dipilih 30 saham terbaik untuk JII berdasarkan likuiditas

Saham yang Keluar dari Indeks

Saham bisa dikeluarkan dari indeks syariah jika:

  • Kegiatan usaha berubah menjadi tidak sesuai syariah
  • Rasio keuangan melampaui batas yang ditentukan
  • Emiten delisting dari BEI

Cara Investasi Saham Syariah untuk Pemula

Berikut langkah-langkah memulai investasi saham syariah bagi pemula.

Baca Juga:  Bansos PKH Tahap 1 Maret 2026: Cara Cek Penerima dengan Cepat via HP!

Langkah 1: Buka Rekening Efek Syariah

Pilih sekuritas yang menyediakan layanan Syariah Online Trading System (SOTS). Beberapa sekuritas yang menyediakan SOTS antara lain Indo Premier Sekuritas, BNI Sekuritas, Mandiri Sekuritas, dan beberapa lainnya.

Proses pembukaan rekening biasanya membutuhkan:

  • KTP
  • NPWP
  • Buku tabungan
  • Foto selfie dengan KTP

Langkah 2: Deposit Dana

Setelah rekening aktif, transfer dana ke Rekening Dana Nasabah (RDN). Minimal deposit bervariasi tergantung sekuritas, ada yang mulai dari Rp100.000.

Langkah 3: Pilih Saham Syariah

Gunakan filter syariah di aplikasi trading untuk memastikan saham yang dipilih masuk DES. Bisa juga langsung memilih dari konstituen JII untuk pilihan yang lebih aman.

Langkah 4: Lakukan Transaksi

Beli saham melalui aplikasi trading dengan memasukkan kode saham, jumlah lot (1 lot = 100 lembar), dan harga yang diinginkan.

Langkah 5: Pantau dan Evaluasi

Pantau pergerakan portofolio secara berkala. Evaluasi apakah saham masih sesuai dengan tujuan investasi.

Alternatif: Reksa Dana Saham Syariah

Bagi yang tidak ingin repot memilih saham sendiri, reksa dana saham syariah bisa menjadi alternatif. Dana dikelola manajer investasi profesional yang hanya berinvestasi di saham syariah.

Tips Memilih Saham Syariah yang Potensial

Tidak semua saham syariah sama potensinya. Berikut tips memilih saham syariah yang berkualitas.

1. Pilih dari Konstituen JII

JII sudah melalui screening ketat dari segi syariah dan likuiditas. Saham-saham di JII umumnya lebih stabil dan mudah diperjualbelikan.

2. Perhatikan Fundamental Perusahaan

Analisis laporan keuangan emiten:

  • Revenue dan profit yang konsisten tumbuh
  • Rasio utang yang sehat (DER di bawah 1)
  • Return on Equity (ROE) yang baik
  • Arus kas operasional positif

3. Cek Track Record Dividen

Saham yang rutin membagikan dividen menunjukkan kinerja keuangan yang sehat. Dividen juga menjadi sumber passive income bagi investor.

4. Perhatikan Valuasi

Jangan membeli saham hanya karena “syariah”. Tetap perhatikan valuasi seperti Price to Earning Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV) untuk memastikan harga wajar.

5. Diversifikasi Portofolio

Jangan menaruh semua dana di satu saham. Sebar investasi ke beberapa saham dari sektor berbeda untuk mengurangi risiko.

6. Investasi Jangka Panjang

Saham syariah cocok untuk investasi jangka panjang. Hindari spekulasi jangka pendek yang berisiko dan tidak sesuai prinsip syariah.

7. Update dengan Daftar Efek Syariah

Pastikan saham yang dimiliki tetap masuk DES. Cek setiap kali DES baru diterbitkan (Mei dan November).

FAQ Seputar Saham Syariah

Apakah saham syariah dijamin halal?

Saham yang masuk DES sudah melalui screening oleh OJK berdasarkan fatwa DSN-MUI. Namun, keputusan akhir soal kehalalan tetap kembali pada keyakinan masing-masing investor.

Bagaimana jika saham yang dimiliki keluar dari DES?

Sebaiknya segera dijual dan dialihkan ke saham syariah lain. Memegang saham non-syariah tidak sesuai dengan prinsip investasi syariah.

Apakah return saham syariah lebih kecil dari konvensional?

Tidak selalu. Secara historis, performa indeks syariah kompetitif dengan indeks konvensional. Bahkan dalam beberapa periode, JII outperform IHSG.

Berapa minimal dana untuk mulai investasi saham syariah?

Dengan sistem online trading, bisa mulai dari Rp100.000 – Rp500.000 tergantung sekuritas dan harga saham yang dipilih.

Apa bedanya SOTS dengan trading biasa?

Syariah Online Trading System (SOTS) memiliki fitur filter saham syariah dan tidak menyediakan fasilitas margin trading (utang) yang mengandung riba.

Kapan waktu terbaik membeli saham syariah?

Tidak ada waktu yang pasti “terbaik”. Yang penting adalah membeli di harga wajar berdasarkan analisis fundamental dan konsisten berinvestasi jangka panjang.

Penutup

Saham syariah menjadi pilihan investasi yang tepat bagi investor Muslim yang ingin mengembangkan aset sesuai prinsip syariah. Dengan adanya indeks JII dan ISSI, memilih saham halal menjadi lebih mudah.

Kunci sukses investasi saham syariah adalah memahami kriteria saham syariah, memilih emiten dengan fundamental kuat, dan berinvestasi dengan orientasi jangka panjang. Selalu update dengan Daftar Efek Syariah terbaru untuk memastikan portofolio tetap sesuai syariah.