Disclaimer: Blog ini adalah media independen yang menyajikan berita seputar ekonomi, finansial, bantuan sosial, dan kebijakan publik. Blog ini tidak berafiliasi dengan PPS Universitas Islam Malang. Website resmi PPS UNISMA: https://pps.unisma.ac.id/

Amalan Sunnah Jum’at yang Wajib Diketahui Setiap Muslim

Shalat Jumat memang identik dengan aktivitas keagamaan yang rutin dilakukan umat Islam setiap pekan. Tapi tahukah bahwa ada banyak amalan sunnah yang bisa dilakukan sebelum, saat, dan sesudah Jumat? Amalan-amalan ini bukan sekadar ritual, tapi langkah-langkah yang membawa berkah dan ketenangan. Bukan cuma untuk laki-laki, perempuan pun punya bagian penting dalam menjalankan amalan-amalan ini.

Meski tidak wajib menghadiri khotbah dan shalat Jumat, perempuan tetap dianjurkan untuk menjalankan berbagai amalan sunnah di hari itu. Bahkan, Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa amalan tertentu di hari Jumat memiliki keutamaan yang luar biasa. Nah, biar nggak kelewatan berkahnya, berikut ini beberapa amalan yang bisa dilakukan, khususnya oleh perempuan, sesuai dengan petunjuk Nabi.

Amalan Sunnah yang Dianjurkan di Hari Jumat

Hari Jumat adalah hari yang istimewa. Bukan cuma karena ada shalat Jumat, tapi karena banyak amalan yang diganjar pahala lebih besar di hari itu. Dari mulai mandi sampai membaca Al-Qur’an, semuanya punya tempat tersendiri dalam sunnah Nabi. Bagi perempuan, ada beberapa amalan yang bisa dilakukan meski tidak pergi ke masjid.

1. Mandi Jumat (Ghusl)

Mandi Jumat bukan cuma soal kebersihan, tapi juga termasuk sunnah yang dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda bahwa mandi di hari Jumat itu wajib bagi setiap laki-laki yang sudah baligh. Meski secara khusus ditujukan untuk laki-laki, perempuan pun bisa mengambil manfaatnya dengan melakukan ghusl di hari yang sama.

Baca Juga:  Tempat Wisata Lombok yang Sedang Viral dan Harus Ada di Bucket List Anda!

Mandi ini tidak harus dilakukan saat pagi hari Jumat, tapi bisa dimulai sejak malam Kamis. Yang penting, tubuh dalam keadaan suci saat menghadiri atau menjalankan aktivitas keagamaan di hari Jumat.

2. Memakai Pakaian Bersih dan Wangi

Setelah mandi, langkah selanjutnya adalah memakai pakaian bersih. Nabi SAW juga menyarankan untuk menggunakan pakaian terbaik dan memakai minyak wangi. Ini bukan soal pamer, tapi sebagai bentuk penghormatan terhadap hari yang mulia.

Perempuan bisa mengambil bagian dengan memakai pakaian rapi dan harum. Meski tidak pergi ke masjid, penampilan yang rapi saat beribadah di rumah juga termasuk bentuk penghormatan terhadap hari Jumat.

3. Memperbanyak Bacaan Al-Qur’an

Hari Jumat adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak bacaan Al-Qur’an. Ada keutamaan khusus di hari ini, termasuk waktu ketika doa lebih mudah dikabulkan. Banyak ulama menyebut bahwa membaca Surah Al-Kahfi di hari Jumat bisa memberikan cahaya di hari kiamat.

Perempuan bisa memanfaatkan waktu pagi Jumat untuk membaca Al-Qur’an. Bisa sambil menunggu waktu makan, atau saat suasana sedang tenang. Tidak perlu terburu-buru, yang penting konsisten dan khusyuk.

4. Datang ke Masjid Awal (Bagi yang Bisa)

Meski perempuan tidak wajib hadir ke masjid saat Jumat, tapi jika memungkinkan, datang lebih awal bisa menjadi pilihan. Datang awal memungkinkan untuk mendapatkan tempat duduk yang nyaman dan suasana yang lebih tenang sebelum khotbah dimulai.

Bagi perempuan yang membawa anak kecil, ini bisa jadi tantangan tersendiri. Tapi jika kondisi memungkinkan, datang lebih awal bisa memberikan pengalaman ibadah yang lebih khusyuk.

5. Membaca Doa Khusus Hari Jumat

Ada beberapa doa yang dianjurkan dibaca di hari Jumat. Salah satunya adalah doa memohon perlindungan dari fitnah kubra dan kubra. Doa ini bisa dibaca sebelum atau sesudah shalat Jumat.

Baca Juga:  Cara Mudah Cek Status Penerima Bansos Februari Online Tanpa Ribet!

Perempuan bisa membaca doa ini saat di rumah, atau jika ke masjid, bisa dibaca di antara waktu khotbah. Yang penting, membaca dengan khusyuk dan memahami maknanya.

6. Berjalan Kaki ke Masjid (Jika Memungkinkan)

Berjalan kaki ke masjid juga termasuk amalan yang dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap langkah kaki menuju masjid akan dihapus dosanya dan dicatat sebagai pahala.

Meski ini lebih ditujukan untuk laki-laki, perempuan yang tinggal dekat masjid dan kondisi memungkinkan, bisa mengambil manfaatnya dengan berjalan kaki ke masjid.

Amalan Sunnah yang Dianjurkan Sebelum dan Sesudah Shalat Jumat

Shalat Jumat memang hanya dua rakaat, tapi ada banyak amalan sunnah yang bisa dilakukan sebelum dan sesudahnya. Amalan ini tidak hanya memperbanyak pahala, tapi juga memperdalam koneksi spiritual dengan Allah.

1. Membaca Surah Al-Kahfi

Salah satu amalan yang paling populer di hari Jumat adalah membaca Surah Al-Kahfi. Nabi SAW bersabda bahwa barang siapa yang membaca surah ini di hari Jumat, maka ia akan mendapatkan cahaya antara dua Jumat.

Perempuan bisa membaca Surah Al-Kahfi sebelum atau sesudah shalat Jumat. Bisa juga dibaca di malam Jumat sebelum tidur. Yang penting, membaca dengan khusyuk dan memahami maknanya.

2. Memperbanyak Istighfar

Istighfar adalah pintu menuju ampunan. Di hari Jumat, waktu istighfar bisa menjadi lebih istimewa. Banyak ulama menyarankan untuk memperbanyak istighfar sebelum dan sesudah shalat Jumat.

Perempuan bisa memanfaatkan waktu ini untuk memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Bisa dilakukan saat di rumah atau di masjid, yang penting dilakukan dengan khusyuk.

3. Shalawat Nabi

Shalawat Nabi juga sangat dianjurkan di hari Jumat. Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada seorang pun yang membaca shalawat kepadanya di hari Jumat, kecuali Allah akan memberikan kebaikan baginya.

Baca Juga:  Jumlah Penonton Agak Laen Menyala Pantiku: Tembus 9 Juta, Lampaui Film Pertama dalam 28 Hari

Perempuan bisa membaca shalawat secara rutin sepanjang hari Jumat. Bisa saat menunggu waktu shalat, atau saat sedang bersantai di rumah.

Amalan Sunnah yang Bisa Dilakukan di Rumah

Tidak semua perempuan bisa pergi ke masjid saat Jumat. Ada yang sedang hamil, ada yang harus mengurus anak, atau ada yang tinggal jauh dari masjid. Tapi itu bukan berarti tidak bisa menjalankan amalan sunnah.

1. Shalat Jumat di Rumah

Meski tidak wajib, shalat Jumat bisa dilakukan di rumah. Bisa dilakukan secara berjamaah bersama keluarga, atau sendiri. Yang penting, dilakukan dengan khusyuk dan sesuai tata cara.

Perempuan bisa memanfaatkan waktu ini untuk mengajak anak-anak beribadah. Bisa juga menjadi ajang pendidikan agama yang menyenangkan.

2. Mengaji atau Belajar Agama

Hari Jumat juga bisa dimanfaatkan untuk belajar agama. Bisa dengan mengaji sendiri, atau mengikuti kajian online. Ada banyak konten edukasi keislaman yang bisa diakses secara gratis.

Perempuan bisa memilih waktu yang paling nyaman untuk belajar. Bisa saat pagi, siang, atau malam hari. Yang penting, konsisten dan tidak terburu-buru.

3. Berdzikir dan Berdoa

Dzikir dan doa adalah amalan yang bisa dilakukan kapan saja. Di hari Jumat, waktu ini bisa menjadi lebih istimewa. Banyak dzikir yang bisa dibaca, seperti Subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahu Akbar.

Perempuan bisa menjadikan dzikir sebagai kebiasaan harian. Bisa saat memasak, menyusui anak, atau saat bersantai.

Tabel Perbandingan Amalan Sunnah Hari Jumat

Berikut ini adalah tabel perbandingan antara amalan yang bisa dilakukan laki-laki dan perempuan di hari Jumat:

Amalan Laki-laki Perempuan
Mandi Jumat Wajib Sunnah
Shalat Jumat Wajib Tidak Wajib
Berjalan kaki ke masjid Dianjurkan Jika memungkinkan
Membaca Surah Al-Kahfi Dianjurkan Dianjurkan
Datang awal ke masjid Dianjurkan Jika memungkinkan
Memakai pakaian bersih Dianjurkan Dianjurkan

Kesimpulan

Hari Jumat adalah waktu yang penuh berkah. Bukan cuma soal shalat Jumat, tapi juga tentang amalan-amalan kecil yang bisa menambah pahala. Perempuan punya bagian penting dalam menjalankan amalan-amalan ini, meski tidak wajib ke masjid.

Yang penting adalah niat dan konsistensi. Tidak perlu terburu-buru, yang penting dilakukan dengan ikhlas. Semoga dengan menjalankan amalan-amalan ini, hari Jumat bisa menjadi lebih bermakna dan membawa berkah.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah seiring perkembangan pemahaman agama. Selalu konsultasikan dengan sumber terpercaya atau ulama setempat untuk kepastian dalam praktik ibadah.

Tinggalkan komentar