Disclaimer: Blog ini adalah media independen yang menyajikan berita seputar ekonomi, finansial, bantuan sosial, dan kebijakan publik. Blog ini tidak berafiliasi dengan PPS Universitas Islam Malang. Website resmi PPS UNISMA: https://pps.unisma.ac.id/

Shalat Tarawih 11 Rakaat di Rumah: Niat, Doa, Tata Cara Lengkap

Shalat Tarawih jadi bagian penting dalam rutinitas beribadah di bulan Ramadan. Banyak orang melakukannya di masjid, tapi tak sedikit juga yang memilih melaksanakannya di rumah. Alasannya bisa karena waktu yang terbatas, kondisi kesehatan, atau memang lebih nyaman menjalankan ibadah secara pribadi.

Melakukan shalat Tarawih di rumah sebenarnya cukup mudah, asal tahu tata caranya. Yang paling penting adalah memahami niat, urutan rakaat, dan doa yang dibaca. Apalagi kalau bukan shalat 11 rakaat yang biasa dilakukan oleh sebagian umat Islam, terutama yang mengikuti pendapat mazhab Syafi’i dan Hambali.

Pengertian dan Keutamaan Shalat Tarawih

Shalat Tarawih merupakan shalat sunnah yang dikerjakan setelah shalat Isya di malam hari Ramadan. Kata "Tarawih" sendiri berasal dari kata "taraha" yang artinya beristirahat, karena shalat ini dilakukan dengan jeda istirahat di antara rakaat-rakaatnya.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Barangsiapa yang mengerjakan shalat Tarawih dengan iman dan harapan (mendapat pahala), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”

Keutamaan ini menjadikan shalat Tarawih sebagai amalan yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadan. Meskipun tidak wajib, pahalanya setara dengan shalat malam yang dilakukan secara rutin.

Baca Juga:  Beasiswa Luar Negeri 2026: Chevening, Fulbright, AAS dan Cara Mendaftarnya

1. Niat Shalat Tarawih 11 Rakaat

Sebelum memulai shalat, niat menjadi syarat utama. Niat shalat Tarawih 11 rakaat dilakukan dengan hati, tidak perlu diucapkan lantang. Berikut adalah niatnya:

"Niat saya shalat sunnah Tarawih sebelas rakaat karena Allah Ta’ala."

Niat ini cukup dibaca dalam hati saat hendak memulai shalat. Tidak perlu diucapkan dengan suara keras.

2. Tata Cara Shalat Tarawih 11 Rakaat

Shalat Tarawih 11 rakaat dilakukan dengan pola tertentu. Ada dua rakaat yang dikerjakan berpasangan, dan satu rakaat terakhir sebagai witir. Berikut penjelasan lengkapnya:

  • 2 rakaat pertama
  • 2 rakaat kedua
  • 2 rakaat ketiga
  • 2 rakaat keempat
  • 2 rakaat kelima
  • 1 rakaat witir (rakaat keenam belas)

Setiap dua rakaat dikerjakan seperti shalat biasa, lengkap dengan takbiratul ihram, bacaan Al-Qur’an, rukuk, sujud, dan duduk di antara keduanya. Setelah lima kali dua rakaat, barulah masuk ke rakaat witir.

3. Bacaan Shalat Tarawih

Dalam shalat Tarawih, bacaan Al-Qur’an bisa dilakukan dengan surat-surat pendek atau ayat-ayat pilihan. Tidak ada ketentuan khusus surat apa yang harus dibaca, tapi umumnya imam atau pelaksana shalat membaca surat-surat dari juz 30 ke atas.

Beberapa surat yang sering dibaca:

  • Surat Al-Fatihah (wajib)
  • Surat Al-Ikhlas (112)
  • Surat Al-Falaq (113)
  • Surat An-Nas (114)
  • Surat Al-Lahab (111)
  • Surat Al-Ikhlas dan Al-Falaq (digabungkan dalam satu rakaat)

Pilihan surat bisa disesuaikan dengan kemampuan dan kenyamanan dalam membaca.

4. Doa Setelah Shalat Tarawih

Setelah selesai menjalankan shalat Tarawih, biasanya umat Islam membaca doa penutup atau doa witir. Doa ini bisa dibaca dalam bahasa Arab atau diterjemahkan ke dalam bahasa yang dimengerti.

Contoh doa witir:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya:

"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta peliharalah kami dari siksa api neraka."

Doa ini dibaca setelah selesai menjalankan rakaat witir, biasanya dalam posisi duduk setelah tasyahud akhir.

Baca Juga:  Nama Bayi Perempuan Modern Bermakna untuk Lahir di Bulan Suci Ramadhan

Perbedaan Shalat Tarawih 8, 11, dan 20 Rakaat

Berikut tabel perbandingan jumlah rakaat shalat Tarawih yang umum dilakukan:

Jumlah Rakaat Mazhab/Tradisi Catatan
8 Rakaat Mazhab Hanafi Dilanjutkan dengan 3 rakaat witir
11 Rakaat Mazhab Syafi’i, Hambali 10 rakaat + 1 witir
20 Rakaat Tradisi Mesir dan beberapa negara Umum di masjid besar, dilakukan dengan istirahat setiap 2 rakaat

Perbedaan ini tidak menjadikan satu sama lain salah. Semua punya dasar yang kuat dalam mazhab dan tradisi masing-masing.

Tips Melaksanakan Shalat Tarawih di Rumah

Melakukan shalat Tarawih di rumah bisa lebih tenang dan fokus. Tapi tetap butuh persiapan agar ibadah ini berjalan lancar.

1. Siapkan Perlengkapan Ibadah

  • Sahabat, pastikan mukena atau pakaian bersih
  • Tempat shalat yang tenang dan tidak terganggu
  • Al-Qur’an atau aplikasi digital untuk membaca surat

2. Tentukan Waktu yang Tepat

Idealnya shalat Tarawih dilakukan setelah shalat Isya. Tapi kalau terlalu lelah, bisa dilanjutkan setelah berbuka atau sebelum tidur. Yang penting dilakukan dengan khusyuk.

3. Gunakan Aplikasi atau Audio Bacaan

Kalau belum hafal bacaan shalat, gunakan aplikasi atau rekaman audio yang bisa membantu. Ini membantu menjaga konsistensi dan kekhusyukan.

4. Ajak Keluarga

Shalat Tarawih bersama keluarga bisa jadi ajang silaturahmi dan memperkuat kebersamaan spiritual. Apalagi kalau ada yang bisa membaca Al-Qur’an dengan baik.

Doa Setelah Shalat Witir

Setelah selesai menjalankan rakaat witir, biasanya dibaca doa khusus. Berikut beberapa doa yang bisa digunakan:

Doa Qunut Witir

اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ

Artinya:

"Ya Allah, berilah aku petunjuk bersama orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk, dan berilah aku kesehatan bersama orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan."

Doa ini dibaca sebelum rukuk pada rakaat witir.

Baca Juga:  Doa Sahur Ramadan: Arab, Latin, Terjemahan & Keutamaan yang Harus Diketahui

Doa Memohon Ampunan

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ

Artinya:

"Aku memohon ampun kepada Allah yang tiada ilah selain Dia."

Doa ini bisa dibaca setelah selesai shalat, sebelum tidur.

Kesimpulan

Shalat Tarawih 11 rakaat adalah amalan sunnah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadan. Melakukannya di rumah memberi fleksibilitas dan kenyamanan, terutama bagi yang tidak bisa mengikuti di masjid. Yang penting adalah niat tulus, tata cara yang benar, dan membaca doa dengan khusyuk.

Tidak ada ukuran jumlah rakaat yang lebih baik dari yang lain, selama dilakukan dengan ikhlas dan sesuai dengan keyakinan masing-masing. Semoga ibadah ini bisa menambah keimanan dan mendekatkan diri pada Allah SWT.

Disclaimer: Panduan ini berdasarkan pendapat mazhab Syafi’i dan Hambali. Praktik shalat Tarawih bisa berbeda antara satu mazhab dengan mazhab lain. Informasi ini disusun berdasarkan referensi umum dan bisa berubah sesuai interpretasi dan kebiasaan lokal.