Disclaimer: Blog ini adalah media independen yang menyajikan berita seputar ekonomi, finansial, bantuan sosial, dan kebijakan publik. Blog ini tidak berafiliasi dengan PPS Universitas Islam Malang. Website resmi PPS UNISMA: https://pps.unisma.ac.id/

Niat Shalat Tarawih dan Witir: Tata Cara Lengkap yang Wajib Diketahui

Shalat Tarawih dan Witir merupakan ibadah khusus yang rutin dilakukan umat Muslim selama bulan Ramadan. Keduanya menjadi bagian penting dari amalan malam hari yang tidak hanya mengisi waktu luang, tapi juga membawa ketenangan dan pahala besar. Meski sering dilakukan bersama di masjid, banyak orang juga melakukannya di rumah. Yang penting, niat dan tata caranya tetap sesuai dengan tuntunan syariat.

Memahami bacaan niat dan tata cara pelaksanaan kedua shalat ini sangat penting agar ibadah menjadi sah dan maksimal. Bukan sekadar gerakan dan bacaan, tapi juga kesadaran akan makna di balik setiap langkah. Nah, buat yang masih belum yakin atau ingin mengulang kembali, berikut penjelasan lengkapnya.

Niat Shalat Tarawih dan Witir

Sebelum memulai shalat, niat menjadi hal pertama yang harus disiapkan. Niat ini tidak harus diucapkan keras, tapi cukup di hati. Namun, untuk memperjelas dan memperkuat niat, banyak orang yang tetap mengucapkannya dengan lantang atau pelan.

Baca Juga:  Mengapa Kuliah di Kampus Swasta Bisa Lebih Menguntungkan? Temukan 5 Fakta Menariknya!

1. Niat Shalat Tarawih

Niat shalat Tarawih berbeda tergantung jumlah rakaat yang dikerjakan. Tarawih bisa dilakukan 8 atau 20 rakaat, tergantung mazhab yang diikuti. Berikut niatnya:

Niat Shalat Tarawih 2 Rakaat (1 Set)

"Ushalli sunnata tarawîhi rok’ataini sunnatan lillahi ta’ala"

Artinya: "Saya berniat mengerjakan sunnah Tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala."

Niat Shalat Tarawih 8 Rakaat

"Ushalli sunnata tarawîhi tsamâniya rokâtin sunnatan lillahi ta’ala"

Artinya: "Saya berniat mengerjakan sunnah Tarawih delapan rakaat karena Allah Ta’ala."

Niat Shalat Tarawih 20 Rakaat

"Ushalli sunnata tarawîhi ‘isyâsyiro rokâtin sunnatan lillahi ta’ala"

Artinya: "Saya berniat mengerjakan sunnah Tarawih dua puluh rakaat karena Allah Ta’ala."

2. Niat Shalat Witir

Shalat Witir biasanya dikerjakan setelah Tarawih. Jumlah rakaatnya bisa 1, 3, atau 5, tergantung kebiasaan dan mazhab. Berikut niat untuk masing-masing:

Niat Shalat Witir 1 Rakaat

"Ushalli shalâta witri rok’atan wâhida sunnatan lillahi ta’ala"

Artinya: "Saya berniat mengerjakan shalat Witir satu rakaat sunnah karena Allah Ta’ala."

Niat Shalat Witir 3 Rakaat

"Ushalli shalâta witri tsalâtsa rokâtin sunnatan lillahi ta’ala"

Artinya: "Saya berniat mengerjakan shalat Witir tiga rakaat sunnah karena Allah Ta’ala."

Niat Shalat Witir 5 Rakaat

"Ushalli shalâta witri khomsa rokâtin sunnatan lillahi ta’ala"

Artinya: "Saya berniat mengerjakan shalat Witir lima rakaat sunnah karena Allah Ta’ala."

Tata Cara Pelaksanaan Shalat Tarawih

Shalat Tarawih dilakukan setelah shalat Isya, biasanya di masjid atau di rumah. Meskipun bisa dikerjakan sendiri, pelaksanaannya tetap harus mengikuti tata cara yang benar agar sah dan berkah.

1. Bersuci dan Berwudhu

Langkah pertama yang tidak boleh dilewatkan adalah bersuci. Pastikan tubuh, pakaian, dan tempat bersih dari najis. Setelah itu, lakukan wudhu dengan benar sesuai tata cara yang diajarkan Rasulullah.

Baca Juga:  Jadwal Libur Lebaran 2026: Waktu Cuti Panjang & Aturan WFA untuk ASN dan Swasta

2. Menghadap Kiblat

Pastikan arah badan menghadap kiblat. Bisa menggunakan aplikasi kiblat di ponsel atau bertanya pada orang yang lebih tahu. Arah kiblat sangat penting agar shalat sah.

3. Membaca Niat

Sebelum memulai gerakan shalat, baca niat sesuai jumlah rakaat yang ingin dikerjakan. Niat bisa dibaca pelan atau dalam hati, yang penting jelas dan khusyuk.

4. Takbiratul Ihram

Angkat tangan hingga sejajar dengan telinga, lalu ucapkan "Allahu Akbar" sambil menurunkan tangan. Ini menandakan masuknya ke dalam shalat.

5. Membaca Surat Al-Fatihah dan Surat Pendek

Setelah takbir, baca Surat Al-Fatihah dan tambahkan satu surat pendek dari Al-Qur’an. Bisa surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, atau surat lainnya yang hafal.

6. Rukuk dan Sujud

Setelah membaca surat, ucapkan "Allahu Akbar" dan masuk ke rukuk. Tahan sejenak, lalu berdiri kembali. Lanjutkan dengan sujud dua kali, masing-masing diakhiri dengan duduk sejenak.

7. Tasyahud Akhir dan Salam

Setelah selesai rakaat kedua, duduk untuk membaca tasyahud akhir. Setelah itu, ucapkan salam ke kanan dan kiri: "Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah."

8. Mengulang Rakaat Sesuai Jumlah

Jika ingin mengerjakan lebih dari 2 rakaat, ulangi langkah-langkah di atas. Tarawih biasanya dikerjakan dalam kelipatan dua rakaat, diakhiri dengan salam setiap dua rakaat.

Tata Cara Pelaksanaan Shalat Witir

Shalat Witir dilakukan setelah Tarawih selesai. Meski jumlah rakaatnya bisa berbeda, tata caranya tetap mengikuti pola dasar shalat.

1. Membaca Niat Sesuai Jumlah Rakaat

Mulailah dengan niat yang jelas, sesuai jumlah rakaat Witir yang ingin dikerjakan. Misalnya 1, 3, atau 5 rakaat.

2. Takbiratul Ihram

Sama seperti Tarawih, ucapkan "Allahu Akbar" sambil mengangkat tangan dan masuk ke posisi berdiri.

Baca Juga:  Selebgram Ruce Nuenda Diduga Kena Campak, Malah Asyik Keluyuran dan Manfaatkan Fasilitas Umum!

3. Membaca Al-Fatihah dan Surat Pendek

Baca Surat Al-Fatihah dan tambahkan surat pendek. Pada rakaat terakhir, biasanya ditambahkan doa qunut.

4. Doa Qunut (Khusus Witir)

Pada rakaat terakhir Witir, setelah rukuk, biasanya ditambahkan doa qunut. Ini adalah doa khusus yang bisa diisi dengan permohonan apa saja.

Contoh doa qunut:

"Allahumma ihdini fiman hadayta, wa ‘âfîni fîman ‘âfayta…"

Artinya: "Ya Allah, berilah aku petunjuk bersama mereka yang Engkau beri petunjuk, dan berilah aku kesehatan bersama mereka yang Engkau beri kesehatan…"

5. Rukuk, Sujud, dan Tasyahud

Lanjutkan dengan gerakan rukuk, sujud, dan duduk tasyahud seperti biasa. Pada Witir 3 rakaat, tasyahud dibaca setelah rakaat kedua, lalu berdiri lagi untuk rakaat ketiga.

6. Salam

Akhiri shalat dengan salam ke kanan dan kiri. Ini menandakan selesainya ibadah.

Perbedaan Mazhab dalam Shalat Tarawih dan Witir

Berikut tabel perbedaan jumlah rakaat Tarawih dan Witir berdasarkan mazhab:

Mazhab Tarawih Witir
Maliki 20 rakaat 3 rakaat
Asy-Syafi’i 20 rakaat 3 rakaat
Hanbali 8 atau 20 rakaat 1 atau 3 rakaat
Hanafi 8 atau 20 rakaat 3 rakaat

Perbedaan ini tidak menjadikan satu mazhab lebih benar dari yang lain. Semuanya sah selama mengikuti tuntunan yang benar dan niat ikhlas.

Tips agar Shalat Tarawih dan Witir Lebih Khusyuk

1. Persiapkan Mental dan Fisik

Sebelum shalat, luangkan waktu sejenak untuk menenangkan pikiran. Matikan ponsel atau jauhkan gangguan agar lebih fokus.

2. Pilih Tempat Nyaman

Lakukan shalat di tempat yang tenang dan bersih. Bisa di masjid, ruang keluarga, atau kamar pribadi.

3. Gunakan Pakaian Rapi

Pakaian yang rapi dan sopan membantu meningkatkan konsentrasi. Jangan lupa memastikan pakaian bersih dari najis.

4. Dengarkan Ceramah atau Tilawah

Mendengarkan ceramah ringan atau tilawah Al-Qur’an sebelum shalat bisa membantu menambah semangat dan pemahaman.

5. Jangan Terburu-buru

Shalat bukan soal cepat atau lambat, tapi kualitas dan kekhusyukan. Ambil napas dalam-dalam, gerakkan tubuh dengan tenang.

Kesimpulan

Shalat Tarawih dan Witir adalah amalan malam yang sangat dianjurkan di bulan Ramadan. Ibadah ini tidak hanya mengisi waktu, tapi juga mempererat hubungan dengan Allah. Dengan memahami niat dan tata cara pelaksanaannya, ibadah menjadi lebih maksimal dan bermakna.

Meski ada perbedaan pendapat dalam jumlah rakaat, semua mazhab sepakat bahwa shalat ini sunnah dan sangat dianjurkan. Yang terpenting adalah niat tulus dan konsistensi dalam menjalankannya.

Disclaimer: Jumlah rakaat dan tata cara bisa berbeda tergantung mazhab dan pendapat ulama. Artikel ini disusun berdasarkan pendapat umum dan tidak bermaksud menetapkan satu versi sebagai satu-satunya yang benar.