Disclaimer: Blog ini adalah media independen yang menyajikan berita seputar ekonomi, finansial, bantuan sosial, dan kebijakan publik. Blog ini tidak berafiliasi dengan PPS Universitas Islam Malang. Website resmi PPS UNISMA: https://pps.unisma.ac.id/

Lansia Juga Bisa Dapat! Ini Cara Ajukan Bansos untuk Lansia 2026

Indonesia memiliki populasi lanjut usia (lansia) yang terus bertambah seiring meningkatnya angka harapan hidup. Sayangnya, tidak sedikit lansia yang hidup dalam kondisi ekonomi sulit tanpa dukungan keluarga yang memadai. Menyadari kondisi ini, pemerintah menyediakan berbagai program bantuan sosial khusus untuk lansia yang memenuhi kriteria tertentu.

Program bantuan untuk lansia tidak hanya berupa uang tunai, tetapi juga mencakup layanan kesehatan, pendampingan sosial, dan akses ke berbagai fasilitas publik. Namun demikian, tidak semua lansia mengetahui cara mengakses bantuan-bantuan ini. Banyak yang tidak terdaftar karena keterbatasan informasi atau tidak ada yang membantu proses pendaftaran.

Artikel ini hadir untuk membantu para lansia atau keluarga yang memiliki anggota lansia untuk memahami jenis-jenis bantuan sosial yang tersedia serta cara mendaftarkannya. Dengan informasi yang tepat, diharapkan lebih banyak lansia yang terbantu dan bisa menjalani masa tua dengan lebih sejahtera.

Jenis-Jenis Bansos untuk Lansia

Pemerintah menyediakan beberapa program bantuan sosial yang bisa diakses oleh lansia. Berikut adalah jenis-jenis bantuan yang tersedia:

Program Besaran Bantuan Penyelenggara
PKH Komponen Lansia Rp2.400.000/tahun Kementerian Sosial
ASLUT (Asistensi Sosial Lanjut Usia Terlantar) Rp200.000/bulan Kementerian Sosial
BPNT/Sembako Rp200.000/bulan Kementerian Sosial
Iuran BPJS Kesehatan Dibayar pemerintah (PBI) Kemenkes/BPJS
Bansos Pemerintah Daerah Bervariasi per daerah Pemda setempat
Baca Juga:  Fakta Terbaru BLT Kesra Rp900 Ribu Cair di Bulan Ramadan? Ini Dia Cara Mudah Daftar Bansosnya!

Kriteria Lansia Penerima Bansos

Tidak semua lansia otomatis berhak menerima bantuan sosial. Ada kriteria khusus yang harus dipenuhi:

Kriteria Umum

Penerima bansos lansia harus berusia 60 tahun ke atas sesuai dengan definisi lansia menurut Undang-Undang. Selain itu, lansia harus merupakan Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan KTP dan terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Kriteria Khusus per Program

Program Kriteria Tambahan
PKH Komponen Lansia Berusia 60+ tahun, termasuk dalam KK penerima PKH
ASLUT Terlantar, tidak memiliki penghasilan, tidak ada keluarga yang menanggung
BPNT Terdaftar DTKS desil 1-2, tidak harus lansia khusus
PBI BPJS Terdaftar DTKS, tidak mampu membayar iuran sendiri

Dokumen yang Diperlukan untuk Pendaftaran

Siapkan dokumen-dokumen berikut untuk mengajukan bantuan sosial lansia:

Dokumen Identitas

Kartu Tanda Penduduk (KTP) lansia yang bersangkutan menjadi syarat utama. Jika KTP sudah tidak berlaku atau hilang, urus terlebih dahulu di Disdukcapil. Selain itu, siapkan Kartu Keluarga (KK) yang memuat nama lansia tersebut.

Dokumen Pendukung

Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kelurahan sangat membantu proses pendaftaran. Untuk lansia yang sakit atau memiliki keterbatasan fisik, siapkan surat keterangan dari puskesmas atau dokter. Foto terbaru lansia ukuran 3×4 atau 4×6 juga biasanya diperlukan.

Dokumen Tambahan untuk ASLUT

Khusus untuk program ASLUT, diperlukan surat keterangan terlantar dari kelurahan yang menyatakan bahwa lansia tersebut tidak memiliki keluarga yang menanggung atau dalam kondisi terlantar.

Langkah-Langkah Mendaftarkan Lansia untuk Bansos

Berikut adalah prosedur lengkap untuk mendaftarkan lansia ke program bantuan sosial:

Langkah 1: Identifikasi Program yang Sesuai

Tentukan program bantuan mana yang paling sesuai dengan kondisi lansia. Jika lansia masih memiliki keluarga dan terdaftar dalam satu KK, PKH komponen lansia bisa menjadi pilihan. Jika lansia terlantar tanpa keluarga, ASLUT lebih tepat.

Baca Juga:  Jadwal Pencairan Bansos PKH 2026 Tahap 1, 2, 3, dan 4: Panduan Lengkap Penerima Bantuan

Langkah 2: Siapkan Dokumen Lengkap

Kumpulkan semua dokumen yang diperlukan sesuai dengan program yang akan didaftarkan. Buat fotokopi masing-masing dokumen sebanyak 2-3 lembar.

Langkah 3: Kunjungi Kantor Kelurahan/Desa

Datangi kantor kelurahan atau desa dan temui petugas yang menangani bidang kesejahteraan sosial. Sampaikan maksud untuk mendaftarkan lansia ke program bantuan sosial.

Langkah 4: Isi Formulir Pendaftaran

Petugas akan memberikan formulir yang harus diisi dengan data lansia. Isi dengan lengkap dan benar. Jika lansia tidak bisa hadir sendiri, pendampingan oleh keluarga atau wali diperbolehkan dengan membawa surat kuasa.

Langkah 5: Verifikasi oleh Petugas

Petugas akan melakukan verifikasi data dan mungkin akan mengunjungi kediaman lansia untuk memastikan kondisi yang sebenarnya. Pastikan ada yang menemani lansia saat kunjungan verifikasi.

Langkah 6: Tunggu Proses Penetapan

Setelah data diinput ke sistem SIKS-NG, tunggu proses penetapan dari pusat. Proses ini bisa memakan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan.

Langkah 7: Cek Status di cekbansos.kemensos.go.id

Setelah beberapa waktu, cek status pendaftaran melalui website cekbansos.kemensos.go.id dengan memasukkan NIK lansia.

Tips Agar Pendaftaran Lansia Diterima

Untuk meningkatkan peluang diterimanya pendaftaran, perhatikan beberapa hal. Pertama, pastikan lansia sudah terdaftar di DTKS karena ini menjadi syarat utama berbagai program bansos. Kedua, lengkapi semua dokumen yang diminta tanpa ada yang kurang. Ketiga, sampaikan kondisi sebenarnya saat verifikasi tanpa melebih-lebihkan atau menutup-nutupi.

Peran Keluarga dalam Proses Pendaftaran

Keluarga memegang peran penting dalam proses pendaftaran bantuan untuk lansia. Banyak lansia yang memiliki keterbatasan fisik atau tidak memahami prosedur birokrasi. Keluarga bisa membantu menyiapkan dokumen, mendampingi ke kelurahan, dan memantau status pendaftaran. Jika lansia tidak memiliki keluarga, RT/RW atau tetangga bisa membantu proses pendaftaran.

Baca Juga:  Perbedaan KIP dan PIP: Pengertian, Fungsi, dan Cara Cek Penerimanya

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Apakah lansia yang masih bekerja bisa dapat bansos? Tergantung pada jenis pekerjaan dan penghasilannya. Jika penghasilan masih di bawah kriteria kemiskinan dan kondisinya memenuhi syarat, masih bisa didaftarkan. Namun, prioritas diberikan kepada lansia yang tidak memiliki penghasilan sama sekali.

Bagaimana jika lansia tidak punya KTP? Urus terlebih dahulu KTP di Disdukcapil. Untuk lansia yang kesulitan datang, beberapa daerah menyediakan layanan jemput bola pembuatan KTP untuk lansia dan penyandang disabilitas.

Apakah lansia bisa menerima beberapa jenis bantuan sekaligus? Ya, satu lansia bisa menerima beberapa jenis bantuan sekaligus selama memenuhi kriteria masing-masing program dan tidak ada aturan yang melarang penerimaan ganda.

Berapa lama proses pendaftaran hingga menerima bantuan? Proses dari pendaftaran hingga menerima bantuan bisa memakan waktu 1-6 bulan tergantung pada jadwal pemutakhiran DTKS dan penetapan penerima di masing-masing wilayah.

Apa yang harus dilakukan jika pendaftaran ditolak? Tanyakan alasan penolakan kepada petugas kelurahan. Jika alasannya bisa diperbaiki (misalnya dokumen kurang), lengkapi dan ajukan kembali. Jika lansia memang tidak memenuhi kriteria, cari program bantuan lain yang sesuai.

Disclaimer

Prosedur dan kriteria pendaftaran bantuan sosial untuk lansia dapat berbeda di setiap daerah dan dapat berubah sesuai kebijakan pemerintah. Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan ketentuan umum yang berlaku per tahun 2026. Untuk prosedur spesifik di wilayah Anda, silakan hubungi Dinas Sosial setempat.

Penutup

Lansia berhak mendapatkan perlindungan dan bantuan dari negara, terutama mereka yang berada dalam kondisi ekonomi sulit. Berbagai program bantuan sosial telah disediakan pemerintah untuk membantu lansia menjalani masa tua dengan lebih bermartabat. Jika Anda memiliki anggota keluarga lansia yang memenuhi kriteria, segera daftarkan ke program bantuan yang tersedia melalui kelurahan setempat.